Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Amerika

Hubungan Presiden Amerika dan Facebook Memanas, Joe Biden Sebut FB Membunuh Orang

Biden mengatakan, menyebarluasnya misinformasi tentang vaksin di media sosial menjadi biang keladi tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Amerika

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
AP PHOTO/ANDREW HARNIK
Presiden AS Joe Biden 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hubungan Presiden Amerika Serikat dan Facebook memanas setelah pernyataan Joe Biden.

Joe Biden menyebut media sosial termasuk Facebook ikut menyebarluaskan misinformasi soal vaksin covid-19.

Joe Biden, menuding platform media sosial membunuh orang. Facebook dkk dinilai membiarkan peredaran misinformasi vaksin covid-19.

Biden mengatakan, menyebarluasnya misinformasi tentang vaksin di media sosial menjadi biang keladi tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat.

"Mereka membunuh orang, satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah mereka yang tidak tervaksin, dan mereka (Facebook) membunuh warga," kata Biden ketika ditanya apa pesan yang ingin disampaikan Biden untuk platform media sosial seperti Facebook, pada Jumat (16/7/2021)

Gedung Putih belum memberi keterangan lebih lanjut terkait pernyataan Presiden AS ke-46 itu.

Melansir CNN, salah seorang sumber terdekat mengatakan pertemuan antara pemerintah AS dan Facebook selama beberapa pekan ini memang cukup "panas".

Gedung Putih meminta keterlibatan Facebook dan platform media sosial lain untuk lebih agresif memberangus misinformasi tentang vaksin Covid-19.

Pemerintah AS menilai apa yang dilakukan media sosial seperti Facebook belum cukup efektif untuk menghalau peredaran misinformasi atau mereka sedang menyembunyikan sesuatu.

Sebelumnya, Ahli Bedah Umum Amerika Serikat, Vivek Murthy, juga mengusulkan agar platform media sosial lebih tegas menindak akun yang terbukti menyebarkan misinformasi.

Murthy menyebut mesin algoritma yang merekomendasikan kiriman seperti yang muncul di Facebook News Feed, berkontribusi menyebarkan misinformasi.

"Mereka merancang fitur produk, seperti tombol "like", yang memberikan kepuasan kami karena membagikan konten bermuatan emosi, bukan konten yang akurat," jelas Murthy, dirangkum KompasTekno dari The Verge, Senin (19/7/2021).

"Dan algoritma mereka cenderung memberi kita lebih banyak dari apa yang kita klik, menarik kita lebih dalam, dan lebih dalam lagi ke dalam sumur misinformasi," imbuhnya.

Di AS, pemerintah telah menyediakan vaksin untuk warganya, namun, tingkat vaksinasi melambat dalam beberapa bulan terakhir.

Akibatnya, jumlah kasus dan kematian terkait covid-19 telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena varian baru menginfeksi banyak dari mereka yang belum tervaksin.

Facebook Tak Terima Kritik Gedung Putih

Raksasa media sosial Facebook telah mengajukan kritik tambahan pada Presiden AS Joe Biden dan pejabat tinggi pemerintahan.

Ini menyusul pernyataan pemerintah AS bahwa Facebook tidak berbuat cukup untuk memerangi kesalahan informasi vaksin virus corona.

Dilansir The Hill, Facebook menuduh Gedung Putih “mencari kambing hitam karena gagal mencapai tujuan vaksin mereka.”

Pertarungan publik antara pemerintah dan perusahaan media sosial ini meningkat setelah Biden mengatakan pada Jumat (17/7/2021), bahwa Facebook dan platform lain "membunuh orang".

Yang dimaksud Biden adalah, media sosial ini sudah membiarkan penyebaran informasi yang salah tentang vaksin.

Seorang juru bicara Facebook awalnya menolak menanggapi pernyataan Gedung Putih.

"Kami tidak akan terganggu oleh tuduhan yang tidak didukung oleh fakta," ujarnya.

Juru bicara Facebook Dani Lever mengatakan, Facebook sudah melakukan hal yang seharusnya.

"Faktanya adalah, lebih dari 2 miliar orang telah melihat informasi resmi tentang Covid-19 dan vaksin di Facebook, yang lebih banyak daripada tempat lain mana pun di internet," ujarnya.

"Lebih dari 3,3 juta orang Amerika juga telah menggunakan vaksin kami. Alat pencari untuk mengetahui di mana dan bagaimana mendapatkan vaksin juga ada."

 "Fakta menunjukkan bahwa Facebook membantu menyelamatkan nyawa. Titik," tambah Lever.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Jumat malam, pejabat Facebook yang berbicara pada NBC News dengan memakai nama anonim, mengatakan bahwa perusahaannya selalu sampaikan kebenaran.

"Pejabat administrasi telah memuji pekerjaan kami, termasuk upaya kami untuk memberi tahu orang-orang tentang Covid-19,” ujar pejabat itu.

"Mereka tahu apa yang mereka lakukan," tambahnya.

“Gedung Putih hanya mencari kambing hitam karena gagal mencapai tujuan vaksin mereka.”

TAUTAN AWAL: Presiden Biden Sebut Facebook dkk Membunuh Masyarakat

Berita Terkait Joe Biden

Ikuti Berita Tribun Manado di Google

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved