Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Bacaan

Bacaan Niat Puasa Sunah Arafah dan Tarwiyah, Amalan Sunah Sebelum Idul Adha

Idealnya memang puasa sunnah di bulan Dzulhijjah atau puasa sunah Dzulhijjah dikerjakan penuh.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Tribunwow
Ilustrasi puasa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoHari ini, Minggu (18/7/2021) dalam penanggalan hijriah adalah tanggal 8 bulan Dzulhijjah tahun 1442.

Ini menunjukan bahwa Idul Adha semakin dekat. Karena Hari Raya yang dikenal di Indonesia sebagai Hari Raya Kurban itu jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau Selasa 20 Juli 2021. 

Sebelum memasuki Idul Adha, umat Islam disunahkan melakukan amalan puasa. Yakni puasa selama 9 hari menjelang Hari Raya Idul Adha.

Keutamaan berpuasa di bulan Dzulhijjah ini adalah dihapuskannya dosa satu tahun. 

Tak tanggung-tanggung, faedah, fadhilah keutamaan puasa Dzulhijjah ini bahkan disebut bisa menghapuskan dosa satu tahun.

Dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Abu Qatadah dikatakan bahwa, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah ditanya tentang keutamaan puasa Arafah di bulan Dzulhijjah dan puasa Asyuro.

Lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjawab:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa satu hari Arafah (9 Dzulhijjah), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Dan puasa hari ‘Asyura’ (10 Muharram), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162).

Dengan demikian, jelaslah bahwa puasa Dzulhijjah, di mana di dalamnya terdapat puasa Tarwiyah di hari ke 8 bulan Dzulhijjah serta puasa Arafah di hari ke 9 bulan Dzulhijjah punya fadhilah amal yang luar biasa.

Terlebih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan untuk mengerjakan amalan sunnah satu ini.

Keterangan terkait kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan puasa di bulan Dzulhijjah, termasuk puasa Arafah dan puasa Tarwiyah ini didapatkan dalam beberapa hadist.

hadist yang diriwayatkan dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, saat beberapa istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.

Nah, dengan saat ini Minggu 18 Juli 2021 yang bertepatan dengan tanggal 8 Dzulhijjah, maka sekalian hanya punya satu kesempatan lagi untuk mengerjakan amalan yang bisa menjadi jalan menghapuskan dosa satu tahun ini.

Yakni dengan mengerjakan puasa Arafah yang jatuh pada hari ke 9 bulan Dzulhijjah.

Atau bertepatan dengan Senin 19 Juli 2021.

Lalu, bolehkah hanya Puasa Arafah saja tanpa Puasa Tarwiyah?

Berikut penjelasannya:

Ketua Ikatan Dai Indonesia atau Ikadi Kalbar, Ustaz Didik Nurharis menjelaskan soal tersebut.

Menurutnya, idealnya memang puasa sunnah di bulan Dzulhijjah atau puasa Dzulhijjah dikerjakan penuh.

Mulai dari tanggal 1 Dzulhijjah hingga 7 Dzulhijjah.

Lalu dilanjutkan puasa Tarwiyah di hari ke 8 Dzulhijjah.

Ditambah puasa Arafah di hari ke 9 Dzulhijjah, atau satu hari sebelum hari H hari raya Idul Adha.

Namun, bila tak bisa mengerjakan seluruhnya, puasa di beberapa hari pada tanggal-tanggal tersebut pun diperbolehkan.

Seperti misalnya hanya puasa Dzulhijjah di tanggal 7, 8 dan 9 Dzulhijjah.

Atau hanya puasa Tarwiyah di hari ke 8 Dzulhijjah saja, lalu dilanjutkan puasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah.

Atau bahkan sekurang-kurangnya hanya puasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah, yang jatuh pada Senin 19 Juli 2021.

"Terkait puasa Dzulhijjah, sunnah muakkadnya minimal tanggal 9 Dzulhijjah yaitu puasa Arafah,"

"Dan dibolehkan berpuasa 1-9 (Dzulhijjah) atau kurang dari itu,"

"Masalah ini leluasa, karena sifatnya Sunnah," jelas Ustaz Didik Nurharis.

Dengan demikian, tidak mengapa bila Hanya Puasa Arafah saja tanpa Puasa Tarwiyah .

Niat Puasa Arafah

Berikut lafadz atau bacaan niat puasa Arafah jelang Idul Adha 2021

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Selamat berpuasa, dan sahur pada Senin 19 Juli 2021 dini hari ini. (*)

Doa Supaya Dimudahkan Rezeki, Dibaca Setelah Melaksanakan Amalan Sunah di Pagi Hari

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Bolehkah Puasa Arafah tanpa Puasa Tarwiyah? Ini Penjelasan dan Bacaan Niatnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved