Breaking News:

Terkini Nasional

Aturan dari Kemenhub untuk Perjalanan Transportasi Saat Idul Adha

Inilah aturan yang akan diterapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk transportasi pada saat idul adha. Disampaikan hari ini Sabtu 17 Juli 2021.

Editor: Handhika Dawangi
Lusius Genik/Tribunnews.com
Foto: Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah aturan yang akan diterapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk transportasi pada saat idul adha. 

Disampaikan hari ini Sabtu 17 Juli 2021

Mengenai aturan ini berikut penjelasan Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati.

Baca juga: Tata Cara Lengkap Sholat Tahajud, Niat dan Doa Arab, Latin dan Terjemahan Indonesia

Baca juga: Kondisi Terkini Tempat Pemakaman Jenazah Covid 19 di TPU Jombang Tangsel, Sudah 1.709 Makam

Baca juga: Hujan Lebat Akan Terjadi di Daerah-daerah Ini, Info BMKG Cuaca Ekstrem Minggu 18 Juli 2021

Foto: Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati. (Lusius Genik/Trbunnews.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerbitkan adendum surat edaran pembatasan perjalanan transportasi pada masa Idul Adha, sebagai tindaklanjut Surat Edaran Satgas Nomor 15 Tahun 2021.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan, nantinya dalam aturan yang diterbitkan Kemenhub, pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke Pulau Jawa-Bali menggunakan transportasi udara wajib tunjukkan kartu vaksinasi minimal dosis pertama, dan hasil negatif tes PCR berlaku 2 x 24 jam.

"Pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke pulau Jawa - Bali gunakan moda selain transportasi udara, wajib menunjukkan kartu vaksivasi minimal dosis pertama, serta hasil negatif tes PCR berlaku 2x24 jam, atau tes antigen 1x24 jam," papar Adita secara virtual, Sabtu (17/6/2021)

"Pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke daerah di luar Pulau Jawa dan Bali, wajib tunjukkan hasil negatif tes PCR atau antigen," sambung Adita.

Menurutnya, ketentuan menunjukkan vasinasi untuk perjalanan ke luar daerah, dikecualikan bagi kendaraan logistik, kepentingan mendesak seperti pasien sakit keras, persalinan, dan antar jenazah non Covid-19, tetapi tetap harus menunjukkan hasil negatif tes PCR maupun antigen.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved