Penanganan Covid

Covid-19 Varian Delta Masuk Sulut, Ini Indikasinya dan Penjelasan Satgas

Cepatnya penularan Covid-19 di Sulut dicurigai karena penyebaran varian baru virus Sars-COV2.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
KOMPAS.com
Ilustras Varian Delta Covid-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Cepatnya penularan Covid-19 di Sulut dicurigai karena penyebaran varian baru virus Sars-COV2.

Varian baru itu disebut Varian of Concern (VoC) Alfa, Beta, Delta dan Kappa.

Kecurigaan itu berdasar pada pola penularan yang begitu cepat. Kasus Covid-19 yang begitu cepat mengganda dicurigai karena transmisi VoC yang begitu cepat.

Terkait hal ini, Jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium pemeriksaan genomik sequencing.

Sampel dari Sulut telah dikirimkan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pencegahan Penyakit Manado ke Pusat Litbangkes Kemenkes RI beberapa waktu lalu.

"Sampai saat ini belum ada hasil," ujar Dandel kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (16/07/2021).

Katanya, hingga 6 Juli 2021 lalu temuan VoC baru ada di 17 provinsi di Indonesia. Sulut sendiri belum ditemukan kasus.

Meskipun demikian, mengacu proporsi terbesar kasus yg terjadi di Jakarta adalah Covid-19 varian Delta.

"Maka hampir bisa dipastikan bahwa daerah lain di luar Jawa yg mengalami fenomena seperti di Jawa adalah disebabkan oleh VoC juga," kata Dandel.

Terkait itu, sebelumnya, Menkes RI Budi Gunadi Sadiki mengungkapkan, jika suatu wilayah terdapat hasil PCR dg nilai CT (CT Value) rendah atau kurang dari 20, maka wilayah tsb teridikasi bahwa ada transmisi virus Delta.

Di Sulut sendiri, berdasar informasi yang dihimpun, hasil swab PCR yang termonitor baik laboratorium pemerintah dan swasta, ada beberapa dengan hasil nilai CT di bawah 20.

Dandel bilang, masuknya VoC besar kemungkinan dibawa oleh pelaku perjalanan. "Tetapi bisa juga transmisi lokal," katanya.

Dalam keterangan tertulis kepada Tribunmanado.co.id 3 Juli 2021 lalu, Satgas Covid-19 Sulut menyebut beberapa klaster yang terjadi di Sangihe,Tomohon, Manado dan juga Bitung menunjukkan kecepatan transmisi yang menyerupai VoC.

Walaupun secara laboratorium belum ada bukti adanya keberadaan VoC di Sulut, tetapi perkembangan kondisi epidemiologik dan kecepatan transmisi dari beberapa kasus menunjukkan adanya kemungkinan bahwa yang sementara beredar di Sulut pada saat ini adalah VoC.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved