Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah Vaksin

Sejarah Lahirnya Vaksin di Dunia, Berawal dari Percobaan Cacar Sapi dari Seorang Pemerah Susu

Vaksin adalah sebuah zat atau substansi yang membantu melawan penyakit tertentu.

Editor: Rhendi Umar
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ilustrasi vaksinasi- viral video seorang wanita tengah divaksin oleh petugas kesehatan, ditusuk jarum suntik diduga tanpa ditekan bagian plunger bagian alat suntik. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Vaksin adalah sebuah zat atau substansi yang membantu melawan penyakit tertentu.

Vaksin, mengutip dari Web MD, mengandung virus yang dilemahkan atau yang sudah mati. 

Virus ini membantu untuk mendeteksi virus yang menyerang tubuh.

Sistem imun bisa mudah melawan virus yang menginfeksi tubuh. 

Ilustrasi <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/vaksin' title='vaksin'>vaksin</a>asi. Tenaga kesehatan di Indonesia akan mendapatkan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/vaksin' title='vaksin'>vaksin</a> Covid-19 dosis ketiga.
Ilustrasi vaksinasi. Tenaga kesehatan di Indonesia akan mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga. (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Vaksin sendiri ditemukan oleh Edward Jenner. Bersumber dari History of Vaccine, Jenner pertama kali menemukan penemuan ini tahun 1796. 

Saat itu Jenner membuat percobaan menggunakan cacar sapi.

Jenner mengambil nanah pada cacar sapi dari seorang pemerah susu. 

Awal mula vaksin

Sampel nanah tersebut kemudian ditularkan pada seorang anak laki-laki.

Beberapa minggu kemudian, anak laki-laki tersebut sengaja ditularkan Jenner dengan virus cacar air. 

Hasil dari percobaan Edward Jenner ini cukup mengejutkan.

Si anak laki-laki sama sekali tidak tertular oleh cacar air. 

Dari percobaan tersebut Jenner berhasil menemukan imunitas cacar air dari cacar sapi.

Penemuan ini dengan segera tersebar dan menjadi titik balik dunia kesehatan. 

Vaksin penyakit cacar air menjadi yang pertama di dunia.

Tahun 1885, vaksin rabies ditemukan oleh Louis Pasteur. 

Louis Pasteur juga menemukan vaksin untuk penyakit antrax.

Vaksin ini ditemukan 4 tahun sebelum Louis Pasteur mengembangkan vaksin penyakit rabies. 

Ragam vaksin

Semenjak ditemukannya vaksin, banyak penyakit yang bisa disembuhkan.

Penemuan ini menjadi oase ditengah wabah penyakit yang terus berdatangan. 

Bersumber dari Encyclopedia Britannica, tahun 1980 cacar air berhasil ditekan secara masif di seluruh dunia.

Beberapa penyakit yang sudah ada vaksinnya antara lain:

  • Tetanus
  • Hepatitis A dan B
  • TBC
  • kolera
  • Tipes
  • Demam kuning
  • Pes atau sampar
     

Masih ada banyak lagi vaksin yang ditemukan untuk penyakit-penyakit tertentu.

Saat ini banyak negara yang berlomba-lomba menemukan vaksin untuk Covid-19. 

Wabah ini menyebar secara masif di berbagai negara di dunia. Virus Corona menyerang sistem pernapasan manusia. 

Seorang remaja 17 tahun mengaku ukuran branya meningkat setelah disuntik <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/vaksin' title='vaksin'>vaksin</a>. Foto ilustrasi.
Seorang remaja 17 tahun mengaku ukuran branya meningkat setelah disuntik vaksin. Foto ilustrasi. (Tribun Medan via Financial Times)

Organ yang paling terkena dampak virus ini adalah paru-paru.

Dalam fase parah, penderita Covid-19 bisa mengalami gagal napas hingga menyebabkan kematian. 

Karenanya banyak ahli yang terus berjibaku menemukan vaksin yang sesuai.

Dengan adanya vaksin diharapkan angka kesembuhan pasien Covid-19 bisa meningkat. 

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved