Breaking News:

Penanganan Covid

Penumpang Covid-19 Masuk Sulut Pakai Surat Rapid Test Bodong, Praktisi Hukum: Harus Diproses Pidana

Perlu adanya ketegasan dari aparat hukum untuk segera memproses semua warga yang diduga menggunakan surat palsu, walaupun seorang pejabat sekalipun.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: maximus conterius
AP I Samrat
Rapid tes antigen di Bandara Samrat Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara semakin meningkat.

Sudah beberapa hari terakhir angka kasus di atas 200. Sesuai rilis Satgas Covid-19 Nasional, kasus Covid-19 Sulut bertambah 255 pada Rabu (14/7/2021).

Saat memberi sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Manado terkait hari ulang tahun ke-398 Kota Manado, Gubernur Sulut Olly Dondokambey membeber fakta menarik.

Menurut Olly, Covid-19 di Sulut dibawa warga yang pulang dari Jakarta.

"Kita telusuri rata-rata yang pulang dari Jakarta menjadi penyebab masuknya Covid-19. Karena semuanya pakai surat hasil tes Covid bodong,” kata dia.

“Kita lakukan pemeriksaan di lapangan kembali, sayang sudah terlambat. Sampai kemarin kita sudah dapat 109 orang yang terindikasi Covid,” jelas Olly.

Ia menyesalkan penyebaran Covid-19 justru disebabkan oleh sebagian masyarakat yang tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Saat ini setelah kita telusuri, rata-rata menjadi kluster rumah tangga,” lanjut Gubernur.

“Satu rumah tangga pasti ada yang kena Covid karena ada saudaranya yang pulang. Ada berdekatan dengan yang tertular, satu rumah tangga juga kena karena tidak disiplin dari diri kita," ungkapnya.

Menanggapi warga memakai surat rapid test bodong, praktisi hukum Sulawesi Utara, Vebry T Haryadi, mengatakan, orang-orang tersebut harus diproses hukum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved