Breaking News:

Berita Internasional

85 Persen Wilayah Afghanistan Dikuasai Taliban, Ben Wallace: Inggris akan Terlibat dengan Mereka

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan Inggris akan bekerja dengan kelompok Taliban jika mereka masuk dalam pemerintahan Afghanistan

Editor: Ventrico Nonutu
afp/dmitar dilkoff
Para juru runding kelompok Taliban, yakni Abdul Latif Mansoor (kiri), Shahabuddin Delawar (tengah) dan Suhail Shaheen (kanan) menghadiri konferensi pers di Moskow, Rusia, pada 9 Juli 2021 lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelompok Taliban menyebutkan telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan.

Klaim tersebut disampaikan oleh pimpinan Taliban pada pekan lalu.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace kepada Daily Telegraph mengatakan Inggris akan bekerja dengan kelompok Taliban jika mereka masuk dalam pemerintahan Afghanistan.

Baca juga: Air Mata Menetes, Orang Tua Gantikan Anak jadi Mempelai yang Tak Hadir Resepsi, Bukan Tanpa Alasan

Baca juga: Ahok Sempat Khawatirkan Kondisi Puput Nastiti Kena Covid-19 Saat Hamil, Dia Tambah Susah Napas

Hal tersebut dia ungkapkan dalam wawancara yang dimuat pada Selasa 13 Juli 2021.

"Siapa pun pemerintahnya saat ini, sepanjang mengikuti norma-norma internasional, pemerintah Inggris akan terlibat dengan mereka," kata Wallace seperti dikutip surat kabar itu.

Namun, Wallace memperingatkan bahwa Inggris akan meninjau ulang hubungan dengan siapa pun "jika mereka berperilaku dengan cara yang sangat bertentangan dengan hak asasi manusia".

Kelompok Taliban yang pernah memerintah Afghanistan dengan tangan besi pada 1996-2001 telah bertempur selama 20 tahun untuk menjatuhkan pemerintah dukungan Barat di Kabul.

Didorong oleh penarikan pasukan asing yang berlangsung hingga September nanti, kelompok pemberontak Muslim Sunni itu membuat tekanan baru dengan mengepung kota-kota dan merebut wilayah di Afghanistan.

Dalam wawancaranya dengan Telegraph, Wallace menyadari bahwa rencana bekerja dengan Taliban akan menimbulkan kontroversi.

"Apa yang (Taliban) sangat inginkan adalah pengakuan internasional. Mereka butuh kekuatan finansial dan dukungan untuk membangun bangsa, dan Anda tak bisa melakukan itu dengan memakai balaclava teroris di kepala," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved