Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Kisah Rani, Tunawicara yang Ikut Vaksinasi Covid 19 di Monumen Trikora Bitung

Rani harus dibantu oleh sang ayah, saat berkomunikasi dengan petugas kesehatan yang melakukan screaning sebelum diberi suntikan vaksinasi Covid-19.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Warga Kelurahan Batulubang Pulau Lembeh Bitung nampak antusias mengikuti serbuan Vaksinasi Covid 19 di Monumen Trikora Pulau Lembah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Siang itu jarum jam menunjukkan pukul 13.30 Wita.

Deretan kursi plastik bawah tenda yang disiapkan mulai diduki sejumlah warga di Kelurahan Batulubang, Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (13/7/2021).

Deretan kursi di bawah tenda, disiapkan untuk masyarakat yang akan divaksinasi Covid 19.

Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado, kembali menggelar serbuan vaksinasi Covid 19 di Bitung Sulawesi Utara setelah sebelumnya digelar di Balai Prajurit Markas Prajurit Petarung Yonmarhanlan VIII Bitung Kamis 8 Juli hingga Jumat 9 Juli 2021.

Warga Kelurahan Batulubang Pulau Lembeh Bitung nampak antusias mengikuti serbuan Vaksinasi Covid 19 di Monumen Trikora Pulau Lembah
Warga Kelurahan Batulubang Pulau Lembeh Bitung nampak antusias mengikuti serbuan Vaksinasi Covid 19 di Monumen Trikora Pulau Lembah (tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Monumen Trikora yang ada di Kelurahan Batubulang menjadi lokasi pelaksanaan sebuan vaksinasi Covid 19.

Di bawah teduhnya pepohonan yang ada di sekeliling monumen Trikora, membuat betah ratusan masyarakat antri untuk mendapatkan gilirannya.

Adapula masyarakat yang sudah tervaksin sejak pagi hari.

Di antara ratusan masyarakat, ada seorang perempuan bernama Kifrani Kondoalumang (23) mengenakan hijab bermotif warna biru, memakai crewneck zipper warna kuning, celana panjang warna coklat dan masker kain warna hitam.

Datang ke lokasi serbuan vaksinasi Covid 19 di monumen Trikora, didampingi ayahnya Syahban (RT). Rani begitu sapaanya perempuan yang diketahui tunawicara ini adalah warga RT 02 Lingkungan I Kelurahan Batubulang.

Rani harus dibantu oleh sang ayah, saat berkomunikasi dengan petugas kesehatan yang melakukan screaning sebelum diberi suntikan vaksinasi Covid-19.

Beberapa kali petugas kesehatan, harus menyakan ulang terkait dengan keadaan kesehatan.

"Sudah pernah suntik sebelumnya, apakah badan merasa sehat, apakah konsumsi obat-obat lainnya?," tanya seorang petugas kesehatan.

Rani hanya meresponsnya dengan tatapan penuh makna dan harapan, kiranya kata hatinya bisa didengar oleh orang lain.

Apa yang ditanyakan tenaga kesehatan, dibantu dijawab oleh ayah rani.

Sambil membuka maskernya, Syahban meneruskan apa yang ditanyakan sembari melakukan gerakkan tangan.

Rani juga menggunakkan bahasa isyarat menggunakan jari jemarinya, saat tribunmanado.co.id menanyakan namanya.

Menurut Juan sapaan Syahban, laki-laki yang keseharian berprofesi menyewakan alat musik keyboard dan soun sistem, tunawicara dialami anak pertama dari dua bersaudara sejak masih kecil.

"Sejak lahir dia sudah seperti itu (tunawicara). Hingga usia 23 masih seperti itu, selama istri kami mengandung hingga Rani lahir tidak pernah jatuh atau ada kendala lainnya hingga di seperti ini," cerita Juan didampingi Rani saat sedang observasi pasca vaksin.

Hari itu, Juan dan anak perempuannya Rani ikut divaksin.

Lanjut Juan, Rani sangat antusias ingin divaksin agar bisa terjaga dari virus corona ketika dia beraktivitas di luar rumah.

Dalam berkomunikasi, Rani bisa mengerti apa yang disampaikan orang namun tidak bisa meresponsnya.

"Tak jarang untuk perlancar komunikasi, kami sebagai orang tua harus menulis di secarik kertas. Termasuk ketika akan divaksin di tulis ke kertas," ujar Juan sembari meminta penjelasan lagi dari Rani terkait antusiasnya divaksin.

Meski tunawicara, Rani sudah hidup berumah tangga dan dikarunia seorang anak.

Sebagai orang tua, pihaknya sudah dan terus melakukan berbagai upaya agar putrinya itu bisa sembuh.

Mulai dengan melakukan pemeriksaan ke dokter THT, dan saat diperiksa Rani normal-normal saja.

"Ya mungkin ini sudah takdir, takdir dari Tuhan untuk kami. Karena anak kedua kami normal tidak seperti kakaknya," tambahnya.

Meski berkekurangan, Rani ternyata memiliki keterampilan yakni suka menghias bunga, melukis dan masak.

Rani bahkan pernah menjadi juara 2 lomba bulutangkis tingkat SLB di Kota Manado.

Kini, Rani dan sang ayah Juan menaruh secerca harapan untuk pemerintah agar kiranya bisa diperhatikan.

"Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, hanya waktu ikut kegiatan di Jakarta pemerintah beri uang saku. Kami berharap anak kami bisa diperhatikan, misalkan menjadi guru bantu di SLB yang ada di Bitung atau pulau Lembeh," tandasnya.

Serbuan Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Lantamal VIII Manado, dihadiri langsung Danlantamal Brigjen TNI Mar I Wayan Ariwijaya, Wakil walikota Bitung Hengky Honandar, Sekda Bitung Audy Pangemanan, Plt Kadis Kesehatan Bitung dr Piter Lumingkewas, Camat Lembeh Utara Hendrik Sologia.

Danyonmarhanlan VIII Bitung Letkol Marinir Anugerah Auliadi Santoso, Kepala Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) dr Wahyu Slamet Bitung Letkol Laut (K) drg I Wayan Tapayasa, Wadan Lantamal VIII, pejabat utama Lantamal dan para asisten Danlantamal.

"Vaksin yang kami berikan untuk masyarakat di Pulau Lembeh Bitung jenis sinovac, Total yang divaksin 280 orang," tutur Danlantamal Brigjen TNI Mar I Wayan Ariwijaya. (christian wayongkere) 

Tentang Bitung

Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.

Jarak dari Manado ke Manado Ibukota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.

Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki gunung Dua Saudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.

Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km² dan sebaran penduduk 730 jiwa/km²

Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. 

Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.

Jarak dari Manado ke Manado Ibukota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.

Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki gunung Dua Saudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.

Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km² dan sebaran penduduk 730 jiwa/km²

Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. 

Jaksa Agung Burhanuddin dan Ketum IAD Bagikan Sembako Secara Serentak Diikuti Kejati dan Kejari

Doa Mustajab Agar Keinginan Tercapai

Banjir di Manado, Wali Kota Andrei Angouw Temukan Banyak Selokan Mampet

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved