Rabu, 20 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Karantina Pertanian Manado - BKSDA Sulut Translokasi 107 Satwa Endemik Papua 

Balai Karantina Pertanian Manado dan BKSDA Sulut melaksanakan Trans lokasi 107 satwa endemik asal Papua dan Papua Baratina, Selasa (13/07/2021).

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
Karantina Pertanian Manado
Karantina Pertanian Manado dan BKSDA Sulut mengembalikan ratusan satwa endemik Papua ke habitat asalnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Balai Karantina Pertanian Manado dan BKSDA Sulut melaksanakan Trans lokasi 107 satwa endemik asal Papua dan Papua Baratina, Selasa (13/07/2021).

Ratusan satwa endemiendemik ini merupakan hasil repatriasi atau pemulangan kembali dari  Filipina oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 31 Juli 2020.

"Sudah satu tahun lebih, satwa ini dikarantina di Cagar Tasikoki, Minahasa Utara,  dan kini saatnya untuk dikembalikan ke habitat aslinya," kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/07/2021).

Menurut Donni, selama masa karantina, pejabat dokter hewan karantina di wilayah kerja Bitung telah ditugaskan untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

"Dan ini dilakukan bersama dengan dokter hewan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Minahasa Utara, tambahnya.

Menurut Donni, translokasi dilakukan sepenuhnya oleh BKSDA Sulut. Karantina Pertanian Manado memastikan bahwa selama proses rehabilitasi dan habituasi satwa dalam kondisi baik dan sehat.

Winanda, Dokter Hewan PPS Tasikoki mengatakan, sebelum satwa ini dilepasliarkan ke habitatnya kondisi kesehatannya baik secara fisik dan klinis dalam kondisi sehat, sifat dan perilaku alamiahnya sudah kembali.

"Dan lokasi pelepasliaran terjamin ketersedian pakan alami dan keamanan habitatnya," katanya.

Secara rinci, pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan laboratorium menggunakan pengujian ELISA terhadap Rabies untuk satwa Pelandu Papua serta pengujian PCR dan HA/HI terhadap penyakit Avian Influenza (AI) untuk satwa yang tergolong unggas.

Dalam prosesnya untuk mengembalikan sifat liarnya seperti di habitat aslinya, para dokter hewan juga telah melakukan observasi selama 14 hari.

Plt Kepala Balai KSDA Sulut, Rima Christi menjelaskan, nantinya satwa-satwa ini akan dilepasliarkan di beberapa kawasan konservasi di Papua dan Papua Barat.

Ia merinci jenis seluruh satwa endemis tersebut, yakni 33 ekor Nuri Kepala Hitam, 2 ekor Kasuari Gelambir Tunggal, Angsa Boiga 3 ekor, Kakaktua Rawa 11 ekor, dan Pelandu Papua 2 ekor.

"Total sebanyak 51 ekor satwa yang dikembalikan ke Jayapura, melalui BKSDA  Papua," katanya.

Sedangkan 56 ekor yang terdiri dari Kakaktua Koki 47 ekor, Nuri Kepala Hitam 1 ekor, Nuri Kabare 2 ekor, Julang Papua 4 ekor, dan Membruk Ubiat 2 ekor, dikembalikan ke BKSDA Papua Barat di Sorong.

"Setidaknya terdapat 9 jenis dari 10 jenis satwa yang dipulangkan merupakan jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi," ujar Rima.

Perkuat Kerjasama Perlindungan SDA Hayati

Secara terpisah Bambang, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) sangat mengapresiasi pihak-pihak yang telah melakukan tugasnya dalam melakukan upaya perlindungan sumber daya alam hayati.

Menurutnya, perlindungan keaneka ragaman hayati baik tumbuhan, hewan dalam hal ini satwa maupun ternak menjadi perhatian utama Badan Karantina Pertanian.

Hal tersebut sesuai dengan amanah UU No. 21 th 2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.

Untuk itu, Bambang berharap sinergisitas seluruh entitas terkait juga masyarakat dapat terus diperkuat, agar dapat menjaga ekosistem tanah air dan bahkan juga dunia.

"Ini juga pesan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo), Barantan harus jadi garda terdepan dalam melindungi sumber daya alam dan pertanian," ujar Bambang.

Tentang Manado

Kota Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi

Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.

Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa, luas wilayah Kota Manado 157,27 km²

Wilayah perairan Kota Manado meliputi Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua

Saat ini di Kota Manado dipimpin oleh Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved