Breaking News:

Catatan Willy Kumurur

Bola Tak Kembali ke Rumah, Tapi ke Roma

Sakitnya kekalahan Inggris digambarkan oleh The Washington Post dengan kalimat ”Italia memperpanjang penderitaan Inggris.”

Editor: Jumadi Mappanganro
dokumen Willy Kumurur
dr Willy Kumurur 

Betapa sakitnya tim Inggris yang gagal mewujudkan imajinasi bangsanya: Football is not coming home. It is coming Rome (Bola tidak Kembali ke rumah. Bola pulang ke Roma).

Dari balik redup, senyap, sepi dan hening Stadion Wembley itu, banyak gemericik dan gelombang makna tersirat.

Nuansa dan irama sunyi Euro 2020 masih hadir dan bertakhta dalam memori dan kenangan para penggila bola.

Memori itu menghadirkan pelajaran bermakna bahwa sebuah sukses tidaklah jatuh cuma-cuma dari langit tanpa usaha bahwa sebuah sukses dimulai dengan visi dan upaya tak kenal letih menerjemahkan misi dalam tindakan nyata.

Keberhasilan Gli Azzurri menaklukkan The Three Lions sehingga secara sah Italia bisa tampil sebagai juara Eropa bukanlah upaya instan.

Roberto Mancini mengambil alih tim ini ketika tim negeri pizza berada dalam situasi yang sangat sulit karena mereka gagal di kualifikasi Piala Dunia 2018.

Baca juga: Cekcok Hasil Euro 2020, Dua Warga Bitung Saling Rebutan Parang

Mancini ‘membersihkan puing-puing’ untuk membangun tim Italia, tulis koran Inggris, The Guardian.

Benarlah pepatah Belanda, Rome werd niet gebouwd in een dag (Roma tidak dibangun dalam sehari).

Sejak hari pertama pendekatannya untuk membangun Gli Azzurri, tujuan Mancini sangat jelas yaitu untuk membuat semua penggemar, semua orang Italia, menemukan kembali cinta mereka untuk tim nasional.

Sangat perlu untuk menemukan kembali semangat buat Azzurri setelah kesulitan bertahun-tahun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved