Breaking News:

Catatan Willy Kumurur

Bola Tak Kembali ke Rumah, Tapi ke Roma

Sakitnya kekalahan Inggris digambarkan oleh The Washington Post dengan kalimat ”Italia memperpanjang penderitaan Inggris.”

dokumen Willy Kumurur
dr Willy Kumurur 

Not Home but Rome

Oleh: Willy Kumurur
Penikmat bola. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

A thing of beauty is a joy forever (sesuatu yang indah adalah keceriaan abadi), tulis penyair Inggris, John Keats.

Jika kemenangan adalah sesuatu yang indah, maka keceriaan abadi adalah milik Italia.

Kontras dengan apa yang terjadi pada 13 November 2017. Italia gagal melesakkan gol ke gawang Swedia untuk kualifikasi Piala Dunia 2018.

Maka Italia tersingkir dan untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, Gli Azzurri gagal ke Piala Dunia.

Ini lebih dari tragedi nasional - peristiwa ini bahkan dikatakan sebagai bencana. Kiamat.

Baca juga: Situasi di Italia Usai Timnas Sepakbola Negeri Pizza ini Juara Euro 2020, Berbagai Kejadian Terjadi

Foto kiper Italia saat itu, Gianluigi Buffon, yang sedang menangis memenuhi halaman pertama semua koran di Italia.

Halaman depan media bergengsi Italia, La Gazzetta dello Sport, memuat tajuk utama dengan satu kata: "Tamat."

Sejak saat itu rakyat Italia membenci tim nasional mereka, membenci asosiasi bola mereka. Namun yang paling mereka benci adalah pelatih Gian Piero Ventura.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved