Breaking News:

Penanganan Covid

Tiga Kelurahan di Girian Zona Merah Covid 19, Petugas Gabungan Gencar Sosialisasi PPKM Mikro

Empat dari 69 Kelurahan di delapan kecamatan Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) zona merah.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Chintya Rantung
christian wayongkere/tribun manado
foto spanduk yang dipasang di Kelurahan Girian Weru 2, berisi informasi tentang pelaksanaan PPKM 

TRIBUNMANADO.CO.ID,Manado -  Empat dari 69 Kelurahan di delapan kecamatan Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) zona merah.

Empat kelurahan tersebut diantaranya kelurahan Girian Permai dengan delapan kasus aktif, Girian Indah delapan dan Girian Weru 2 enam, serta kelurahan Pateten Dua Kecamatan Aertembaga 10 kasus.

Sebagai usaha penangan dan pemutus mata rantai penyebaran covid-19.

Pihak kepolisian, TNI bersama gugus tugas kecamatan bekerjasama

Dimana, Kompol Andri Permana Kapolsek Matuari, yang membawahi wilayah Kecamatan Girian dan Maturi memimpin pelaksanan Kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan sejumlah sasaran, Sabtu (10/7/2021).

Diantaranya, operasi Yustisi di lokasi zona merah, guna mengurai dan mencegah orang yang berkerumun atau berkelompok karena sudah tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

"Ada beberapa titik di lokasi zona merah, masih ditemukan orang berkumpul hingga malam hari dan tidak pakai masker.

Kami bubarkan dan melakukan himbauan kepada mereka untuk taat protokol kesehatan, tidak berkerumun, pakai masker, cuci tangah sebagai bentuk dan upaya untuk cegah penularan covid 19 dan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut," tutur Kompol Andri Permana Kapolsek Matuari Minggu (11/7/2021).

Lanjut Kompol Andri, pihaknya juga bersama lurah setempat berkoordinasi  tentang warga di kelurahan yang tengah terpapar covid 19.

Pengecekan yang dilakukan ini penting, karena mereka yang terpapar menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dalam KRYD ini polisi juga sempat mendatangi wilayah di Matuari yang zona merah, bersama satgas covid 19 setempat memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan cara menghentikan acara pesta ulang tahun, operasi yustisi di pertokoan retil modern hingga tempat usah lainnya.

"Disana personil kami yang juga bhabinkamtibmas, mendapati ada sekelompok anak muda dan orang yang tidak melaksanakan protokol kesehatan, lalu membubarkan mereka dan memberi sanksi sosial push up," tandasnya.

Terpisah Youkefin Martin Lurah Girian Weru 2, satu diantara kelurahan zona merah Covid 19 di Kecamatan Girian menyampaikan, pihaknya bersama bhabinkamtibmas dan babinsa serta petugas kesehatan memperlakukan PPKM sesuai dengan surat edaran menteri dalam negeri nomor 03 tahun 2021 dan surat edaran gubernur Sulut dan Walikota Bitung.

Youkefin Martin menerangkan, sebelum melakukan PPKM diawali dengan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, membagikan masker, melakukan pendataan dan pengawasan warga yang terpapar dan tengah menjalani isolasi mandiri di ruamh selama 5x24 jam.

"Kami juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan, dan pemasangan sepanduk PPKM, stiker isolasi mandiri  ke warga yang positif atau kontak erat resiko tingggi.

Lalu penegakkan disiplin, pembatasan kegiataan keagamaan yang terlebih dulu berkoordinasi dengan pemuka agama, hamba-hamba tuhan.

Hingga melakukan pembatasan jam operasional tempat usaha, tempat orang berkumpul dan pengawasan orang yang keluar masuk wilayah," jelas Lurah Youkefin Martin.

Diketahui, di Kelurahan Girian Waru 2 sendiri belum diberlakukan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti di daerah pulau Jawa dan Bali.(crz)

Baca juga: Pelaku Industri Kreatif Manado Antusias Ikut Vaksinasi

Baca juga: Polsek Melonguane Gelar Patroli Bersama Terkait PPKM Mikro  

Baca juga: Kecelakaan Maut, 21 Orang Jadi Korban, Bus Oleng Lalu Terguling Usai Hindari Truk Boks

 

 

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved