Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Euro 2021

Duel Inggris Vs Italia, Strategi Pelatih Jadi Kunci

James Bond yang ingin meraih kemenangan lewat kerja keras, semangat serta kekuatan harus melawan mafia yang  cerdik, penuh perhitungan dan pengalaman.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tangkap layar instagram euro2020
Italia VS Inggris Final Euro 2020, kedua tim bakal mengerahkan segenap daya upaya untuk meraih kemenangan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Partai puncak Euro 2020 antara Inggris versus Italia diprediksi super seru.

Kedua tim bakal mengerahkan segenap daya upaya untuk meraih kemenangan. 

Pertandingan Inggris versus Italia kali ini bak duel antara James Bond versus Mafia.

James Bond yang ingin meraih kemenangan lewat kerja keras, semangat serta kekuatan harus melawan mafia yang 
cerdik, penuh perhitungan dan pengalaman.

Pengamat sepakbola Kimmy Mamahit mengatakan, timnas Inggris terus menanjak prestasinya dalam kurun beberapa tahun terakhir.

Di tangan pelatih Gareth Southgate, Inggris menjelma menjadi tim yang solid. 

Penyakit lama Inggris yakni mental buruk perlahan terkikis.

"Mereka punya banyak pemain muda yang potensial dan Southgate dapat memaksimalkan potensi setiap pemain. Ada kohesi diantara para bintang muda Inggris," kata dia.

Inggris juga sudah menanggalkan kick and rush dan menggantinya dengan gaya main menyerang dalam pakem sepakbola modern 
yang kohesi serta efisien.

Bermain di kandang sendiri akan menguntungkan timnas Inggris. Di hari digelarnya partai final EURO 2020 di stadion Wembley, Inggris mengumumkan pembukaan masker.

Dipastikan stadion itu akan dijejali puluhan ribu penonton. Namun Italia yang dihadapi adalah tim ulet spesialis turnamen.

Italia punya mental juara. Mereka bisa saja tampil lepas dan melempar beban ke Inggris.

"Secara materi mereka juga komplit, bertahan tangguh dan menyerang sangat kreatif," katanya.

Di tangan pelatih Roberto Mancini, beber dia, Catenaccio masuk museum. Italia kini adalah Italia yang menyerang dengan permainan ball possesion yang indah.

Publik menjuluki permainan Italia dengan Italiataka, merujuk pada strategi tiki taka Spanyol.

"Secara materi imbang, tapi secara non teknis Inggris menang karena main di kandang sendiri. Tapi Italia adalah tim spesialis turnamen," katanya.

Italia unggul dalam rekor pertemuan. Terakhir Inggris mengungguli Italia adalah pada 1977.

Pada pertemuan terakhir di Piala Dunia 2014, Italia melibas Inggris 2.1.

Pengamat sepakbola lainnya Irvan Sembeng mengatakan, materi Italia dan Inggris berimbang.

Di lini belakang, kiper Pickford dari Inggris sama tangguh dengan Donnarumma.

Di belakang, empat pemain belakang Inggris yakni John Stone, Herry Maguire, Kyle Walker dan Luke Shaw tangguh secara teknis. 

Sementara empat bek Italia Bonucchi, Chiellini, Spinazola dan Emerson menang di pengalaman.

Line tengah akan jadi kunci. Trio Italia Jorginho, Verrati dan Barella jago ball position dan kreatif.

Duet Phillips dan Rice jadi kekuatan pivot Inggris. Keduanya tangguh daam menyerang dan bertahan.

Satu gelandang lagi yakni Mason Mount atau Jack Grealish berfungsi sebagai penghubung line tengah dan depan.

Untuk striker, trio Immobile, Chiesa dan Insigne menjadikan serangan Italia bervariasi. Problemnya mungkin adalah Immobile yang mandul.

Tapi itu ditutupi performa gemilang Chiesa. Lini depan Inggris sangat menakutkan.

Ada Harry Kane yang kian menemukan sentuhannya dengan 4 golnya di EURO 2020.

Kane diapit oleh Raheem Sterling yang punya kecepatan dan lincah bak belut serta Jadon Sancho yang gerakannya sulit ditebak.

"Saya kira kuncinya adalah strategi pelatih. Karena secara materi berimbang," ujar dia. (art)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved