Breaking News:

Anggota TNI Gadungan Diamankan saat Akan Ambil Miras

Pria tersebut mengaku sebagai anggota TNI 712 AD dan sebagai pemilik Captikus tersebut.

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Charles Komaling
Istimewa.
Polsek Beo bersama Posal Beo, pada Sabtu (5/6/2021) sekitar pukul 10.00 wita mengamankan seorang pemuda yang selalu mengaku sebagai anggota Polri alias Polisi Gadungan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang pria berinisial LW (23) berprofesi sebagai Mahasiswa alamat Desa Bambung Kecamatan Gemeh diamankan oleh anggota Pos AL Beo setelah yang bersangkutan mengaku sebagai anggota TNI AD Gadungan, di Pelabuhan Kapal Laut Beo, Sabtu, 10/7/ 2021 pukul 13.00 wita.

Kronologis kejadian berawal dari anggota Pos AL Beo Sertu Stevanus Hendrik Rompas mengamankan satu galon Captikus di Pelabuhan Laut Beo.

Tiba-tiba datang seorang pria dengan memakai kaos loreng dan topi Infanteri sambil mengatakan kepadanya untuk menyuruh mengembalikan satu galon Captikus yang sudah di amankan oleh Sertu Stevanus Rompas.

Pria tersebut mengaku sebagai anggota TNI 712 AD dan sebagai pemilik Captikus tersebut.

Namun Sertu Stevanus tidak langsung mengembalikan miras tersebut malahan menanyakan kartu anggota TNI kepada yang bersangkutan.

Karena tidak dapat menunjukan kartu anggota TNI AD maka Sertu Stevanus mengamankan yang bersangkutan dan membawanya ke Polsek Beo bersama dengan barang bukti satu galon captikus.

Kapolsek Beo Ipda Johan Atang saat dikonfirmasi membenarkan adanya TNI Gadungan yang diamankan ke Polsek, dikatakan olehnya bahwa Polsek beo meminta ke semua pihak, siapapun termasuk warga agar tidak main - main dengan pengunaan nama palsu atau mengaku sebagai TNI atau Polisi Gadungan.

“Bila didapati ada cukup bukti kasus penipuan, kita akan jerat Sesuai Pasal 378 KUHP. Pasal tersebut menjelaskan siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu,: ujarnya.

“Dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kata bohong, menggerahkan orang lain untuk, menyerahkan barang sesuatu kepadanya,atau supaya memberi atau pun menghapuskan piutang diancam pidana 4 tahun,” ujarnya.

Polsek Beo mengimbau ke depan peristiwa ini jangan terjadi lagi. “Kami minta siapapun kita ke depan jangan main - main mengatas namakan TNI Polri dengan tujuan Ilegal kita akan tindak tegas sesuai ketentuan Hukum yang berlaku,” ujar Kapolsek. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved