Penanganan Covid

Cerita Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Selalu Gunakan Prokes, Benyamin: Kami Memberanikan Diri

Berikut cerita penggali kubur yang tribunmanado.co.id temui di lokasi pekuburan Sentosa.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Gryfid Talumedun
Fistel Mukuan/ Tribun Manado
Ketiga penggali kubur di pekuburan Sentosa Maumbi Minahasa Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pandemi Covid-19 masih terlihat memprihatinkan, yang terlihat dengan tingginya jumlah kasus baru dan angka kematian akibat penularan virus corona.

Berdasarkan data milik pemerintah hingga Sabtu (10/7/2021) pukul 12.00 WIB terjadi penambahan 35.094 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Apalagi saat ini di Indonesia. setiap hari terus bertambah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

5 Arti Mimpi Tentang Labirin, Jadi Tanda Ketakutan hingga Masalah akan Berakhir, Ini Tafsirannya

Jumlah kasus positif virus corona tercatat ada 35.094 penambahan dari sebelumnya 2.455.912 kasus.

Data tersebut dirilis dalam website resmi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Indonesia, covid19.go.id, Sabtu sore.

Kini, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 2.491.006 sejak pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020 silam. 

Ketiga penggali kubur di pekuburan Sentosa Maumbi Minahasa Utara
Ketiga penggali kubur di pekuburan Sentosa Maumbi Minahasa Utara (Fistel Mukuan/ Tribun Manado)

Semakin bertambahnya korban akibat Covid-19 menjadi salah satu tugas yang menakutkan bagi sebagian orang yang memakamkan jenazah menggunakan protokol kesehatan (Prokes).

Berikut cerita penggali kubur yang tribunmanado.co.id temui di lokasi pekuburan Sentosa.

Lokasi pekuburan Sentosa berada di Maumbi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Ketika ditemui ada tiga orang bapak yang baru selesai menguburkan satu pasien yang menggunakan pemakaman prokes.

Mereka bertiga bernama Benyamin Bento, Julian Nangoy dan Ajan Ngabito.

Ketika ditemui mereka bertiga sedang menggali kubur baru.

Mereka bertiga sudah menjadi langganan menggali kubur di tempat tersebut dan sudah menjadi pencarian mereka sejak lama sebelum pandemi.

Benyamin ketika diwawancarai mengatakan kalau mau ditanya sudah berpaa kali memakamkan sesuai prokes sudah tidak bisa dihitung lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved