Breaking News:

Berita Sitaro

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Bupati Sitaro Terbitkan Edaran Baru

Kondisi epidemologi Kabupaten Sitaro yang memiliki potensi peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Bupati Sitaro Evangelian Sasingen 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Evangelian Sasingen menerbitkan Surat Edaran Nomor 44/SE/VII-2021 tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Kabupaten Sitaro.

Edaran tertanggal 6 Juli 2021 itu diterbitkan menyusul kondisi epidemologi Kabupaten Sitaro yang memiliki potensi peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Melihat hal itu, pemerintah daerah memandang perlunya menetapkan level kewaspadaan dan mengatur pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di wilayah kecamatan, kelurahan dan kampung sesuai kaidah epidemologi dan tingkat resiko penularan Covid-19.

Dalam ketentuannya, PPKM Mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah di tiap Kelurahan dan Kampung yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan Kabupaten Sitaro.

Selanjutnya, PPKM Mikro dilaksanakan melalui koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kepala Lingkungan/Kepala Lindongan, Kepala Kelurahan/Kampung, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol-PP, TP-PKK, Posyandu, Dasawisma hingga Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Adapun mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi PPKM Mikro dilakukan dengan membentuk Posko tingkat Kelurahan dan Kampung.

"Untuk supervisi dan pelaporan Posko tingkat Kelurahan dan Kampung dilakukan oleh Posko Kecamatan setempat guna mengoptimalkan peran dan fungsinya," jelas bupati.

Terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan lewat dua skema, yakni dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) atau tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sedangkan pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor non esensial diberlakukan 25 persen Work From Office (WFO) dengan penerapan prokes secara ketat.

"Sedangkan pada kantor esensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi diberlakukan 50 persen staf WFO dengan prokes ketat," lanjutnya.

Khusus untuk resepsi pernikahan, kedukaan atau acara syukuran lainnya hanya bisa dihadiri oleh maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat serta tidak diperkenankan menerapkan makan di tempat melainkan penyediaan makanan hanya pada tempat tertutup untuk dibawa pulang.

"Begitu pula dengan kegiatan peribadatan di rumah-rumah ibadah hanya 50 persen. Untuk ibadah kelompok dan sejenisnya paling banyak diikuti lima kepala keluarga," kuncinya.

Surat edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, yakni 6 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 mendatang. (HER)

Baca juga: Peringatan Dini Jumat 9 Juli 2021, BMKG: Ini 24 Wilayah Indonesia yang Alami Cuaca Ekstrem

Baca juga: Gempa Bumi Terkini Tadi Malam di Banten, Berikut Info BMKG Magnitudo dan Lokasi Pusatnya

Baca juga: Cerita Orang Ngaku Hamba Allah Bantu Tukang Bubur, Ganti Uang Denda Rp 5 Juta karena Langgar PPKM

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved