Breaking News:

Berita Sitaro

Pemerintah dan Polres Sitaro Sepakat Hentikan Aktivitas PETI Kampung Tanaki

Pemerintah daerah bersama pihak Polres Kepulauan Sitaro bersepakat untuk mengentikan aktifitas PETI yang telah beroperasi sejak April 2021 lalu.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Octavian Hermanses/Tribun manado
Wabup John Palandung bersama Kapolres Sitaro AKBP Hansjen Ratag saat meninjau lokasi tambang di Kampung Tanaki. (Vian Hermanses/Tribun Manado) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pasca meninjau lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kampung Tanaki Kecamatan Siau Barat Selatan (Sibarsel).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro langsung menggelar rapat koordinasi bersama Polres Kepulauan Sitaro serta pemerintah kecamatan Sibaresel dan Pemerintah Kampung Tanaki.

Hasilnya, pemerintah daerah bersama pihak Polres Kepulauan Sitaro bersepakat untuk mengentikan aktifitas PETI yang telah beroperasi sejak April 2021 lalu.

Keputusan itu diambil dalam rapat bersama yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Sibarsel dan dipimpin langsung Wakil Bupati Sitaro John Palandung serta dihadiri Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Hansjen Ratag.

Menurut Palandung, aktifitas pertambangan rakyat itu bisa berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

"Apalagi, sambung Palandung, Sitaro khususnya Pulau Siau memiliki gunung berapi aktif.

Pertimbangan utama kita adalah dampak kerusakan lingkungan. Dan kita juga mencegah jangan sampai dari galian-galian tambang ini akan muncul sesuatu yang berkaitan dengan keberadaan gunung api," kata Palandung.

Atas keputusan tersebut, Palandung menyebutkan pihaknya melalui pemerintah Kecamatan Sibarsel akan memanggil pemilik lahan PETI maupun pekerja di lokasi tambang untuk menyampaikan secara resmi tentang penghentian aktifitas pertambangan.

"Nanti akan kita panggil dan sampaikan secara resmi. Begitu juga dari pihak kepolisian akan melakukan langkah serupa yang intinya untuk pengentian aktifitas tambang dimaksud," kunci Palandung.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Hansjen Ratag menegaskan dua hal mendasar sehingga perlu melakukan penghentian aktifitas PETI Kampung Tanaki.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved