Penanganan Covid

Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 38.391 Kasus, Ini Saran Dekan FK UPN Veteran Jakarta

Hanya sekitar 893 atau 4,5 persen dokter yang melayani di luar Jawa, sedangkan yang di Jawa ada sekitar 18.756 atau 95,5 persen

Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
Dokumentasi pribadi
Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Dr dr Taufiq Pasiak Mkes 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia masih terus berlangsung.

Bahkan setiap hari kasusnya bertambah, pada Kamis (8/7/2021) Indonesia kembali mencetak rekor baru dengan penambahan 38.391 kasus.

Banyak fasilitas kesehatan termasuk dokter dan tenaga kesehatan (nakes) kewalahan menangani pasien yang membludak.

Menurut data yang dikeluarkan katadata.co.id, jumlah dokter yang ada di Indonesia hanya 19.649 orang.

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 Sulut Masih 70.000 Dosis, Olly Dondokambey Minta Tambah 400.000 Lagi ke Pusat 

Dari jumlah tersebut hanya sekitar 893 atau 4,5 persen dokter yang melayani di luar Jawa, sedangkan yang di Jawa ada sekitar 18.756 atau 95,5 persen.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta Dr dr Taufiq Pasiak Mkes.

"Sebenarnya banyak dokter dan nakes di lapangan tetapi sulit melakukan praktik karena terganjal administrasi," jelasnya, Kamis (8/7/2021).

Untuk mempercepat dan mempermudah praktik para calon dokter, muncul wacana untuk mempercepat waktu pendidikan dokter.

Menurut dr Taufiq daripada melakukan hal tersebut, lebih baik memaksimalkan tenaga yang ada.

Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) memberikan Surat Tanda Registrasi (STR) ke calon dokter tanpa Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Baca juga: Dalam Dua Pekan Bertambah 42 Pasien Covid-19 di Minsel, 38 Isolasi 4 Sembuh

"Tentukan saja dokter atau Nakes yang sudah berapa lama lulus, untuk diberikan STR bertugas di lapangan," pungkas dr Taufiq.

Selain itu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga disarankan mempermudah keluarnya izin praktik bagi dokter dengan STR agar para dokter yang baru lulus bisa segera diperbantukan ke fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes).

Lalu para dokter dengan STR Pemutihan dan SIP yang dipercepat bisa diperbantukan ke shelter-shelter komunitas atau isolasi mandiri agar bisa memberikan resep obat yang diperlukan masyarakat.

"Lalu bisa juga mempermudah UKMPPD bagi Sarjana Kedokteran yang sudah lulus pendidikan profesi untuk mempercepat kelulusan sebagai dokter," ujar dr Taufiq.

Terakhir, ia berpesan agar pihak-pihak berwenang bisa mempermudah dokter mendapatkan STR dan SIP agar bisa segera diperbantukan di lapangan.(*)

Baca juga: BREAKING NEWS, Pria Beristri di Bitung Jadi Tersangka Tindakan Tak Senonoh Terhadap 5 Anak

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved