Breaking News:

Kesehatan

WASPADA Jika Muncul 12 Gejala Ini di Kulit, Tanda Penyakit Diabetes di Tubuh

Simak sejumlah gejala-gejala yang muncul di kulit. Ada 12 gejala. Menjadi tanda-tanda penyakit diabetes di tubuh. 

Editor: Handhika Dawangi

Masalah kulit ini biasanya berkembang pada orang yang mengalami komplikasi akibat diabetes atau kencing manis yang sulit diobati.

4. Lepuh

Ini jarang terjadi, tetapi penderita diabetes dapat melihat lepuh tiba-tiba muncul di kulit mereka.

Yang bersangkutan mungkin melihat lepuh besar, sekelompok lepuh, atau keduanya.

Lepuh cenderung terbentuk di tangan, kaki, atau lengan bawah dan terlihat seperti lepuh yang muncul setelah luka bakar serius.

Berbeda dengan lepuh yang timbul setelah luka bakar, lepuh ini tidak terasa nyeri.

Nama medis untuk kondisi ini adalah bullosis diabetricorum. Terkadang, ini disebut bula diabetes.

5. Infeksi kulit

Penyintas diabetes cenderung mengalami infeksi kulit.

Kulit panas dan bengkak yang terasa nyeri

Ruam yang gatal dan terkadang lepuh kecil, kulit bersisik kering, atau cairan putih yang terlihat seperti keju cottage

Infeksi kulit dapat terjadi di setiap area tubuh, termasuk di antara jari-jari kaki, di sekitar satu atau lebih kuku Anda, dan di kulit kepala.

6. Luka dan luka terbuka

Memiliki gula darah (glukosa) yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf.

Penderita mungkin telah mengembangkan ini jika pernah menderita diabetes yang tidak terkontrol (atau tidak terkontrol dengan baik) untuk waktu yang lama.

Sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf dapat membuat tubuh sulit menyembuhkan luka.

Hal ini terutama berlaku di kaki. Luka terbuka ini disebut tukak diabetes.

7. Bintik-bintik Shin

Kondisi kulit ini menyebabkan bintik-bintik (dan terkadang garis-garis) yang membuat depresi hampir tidak terlihat pada kulit.

Ini umum terjadi pada orang yang menderita diabetes.

Melansir artikel di Grid.id dengan judul Ciri Seseorang Menderita diabetes, Lihat 12 Tanda Ini di Kulitnya, nama medisnya adalah dermopati diabetik.

Biasanya terbentuk di tulang kering.

Dalam kasus yang jarang terjadi, akan terlihat di lengan, paha, batang tubuh, atau area tubuh lainnya.

Karena alasan ini, banyak orang salah mengartikannya sebagai bintik penuaan.

Tapi tidak seperti bintik-bintik penuaan, bintik dan garis ini biasanya mulai memudar setelah 18 hingga 24 bulan.

Dermopati diabetes juga bisa bertahan di kulit tanpa batas waktu.

8. Benjolan kecil berwarna kuning kemerahan

Ketika benjolan ini muncul, seringkali terlihat seperti jerawat. Tapi warnanya segera menjadi kekuningan.

Kita biasanya akan menemukan benjolan ini di bokong, paha, lekukan siku, atau punggung lutut. Mereka bisa terbentuk di mana saja.

Nah, benjolan tersebut alias Erupsi-xantomatosis ini, akan segera sembuh saat diabetes terkontrol dengan baik.

9. Benjolan menonjol berwarna merah atau kulit

Apakah kondisi kulit ini dikaitkan dengan diabetes masih kontroversial.

Kita tahu bahwa kebanyakan orang yang menderita granuloma annulare tidak menderita diabetes.

Namun, beberapa penelitian menemukan kondisi kulit ini pada pasien diabetes.

10. Granuloma annulare

Kondisi kulit ini menyebabkan benjolan dan bercak yang mungkin berwarna kulit, merah, merah muda, atau ungu kebiruan.

11. Kulit yang sangat kering dan gatal

Jika menderita diabetes, penderita cenderung memiliki kulit kering.

Gula darah tinggi (glukosa) bisa menyebabkan ini.

Jika mengalami infeksi kulit atau sirkulasi yang buruk, ini juga dapat menyebabkan kulit kering dan gatal.

Bercak bersisik kekuningan di sekitar kelopak mata ini berkembang ketika memiliki kadar lemak tinggi dalam darah.

Ini juga bisa menjadi tanda bahwa diabetes tidak terkontrol dengan baik.

Nama medis untuk kondisi ini adalah xanthelasma.

12. Kutil kulit

Banyak orang memiliki kutil - pertumbuhan kulit yang menggantung dari tangkai.

Meskipun tidak berbahaya, memiliki banyak kutil mungkin merupakan tanda bahwa memiliki terlalu banyak insulin dalam darah atau diabetes tipe 2.

Pertumbuhan ini paling sering terjadi pada kelopak mata, leher, ketiak, dan selangkangan.

Penyebab diabetes

Penyakit diabetes alias kencing manis adalah penyakit akibat kondisi gula darah yang tinggi.

diabetes kerap kali dinyatakan sebagai ibu dari berbagai jenis penyakit, karena berpotensi memunculkan keluhan lain yang mematikan.

Lebih parahnya, penyakit diabetes memiliki faktor genetik atau bisa diturunkan dari orang tua kepada anak.

Tak hanya itu, dr. Herry Nursetiyadi dari Mayapada Hospital juga memaparkan setidaknya ada 5 faktor utama yang bisa menyebabkan terjadinya diabetes.

1. Warisan Keluarga

“Faktor risiko yang pertama ya genetik ya, jadi turunan. Jadi warisan keluarga lah ya, jadi bukan hanya harta yang diwariskan, penyakit juga diwariskan,” jelas dr. Herry dalam program Sonora Talkshow di Radio Sonora FM.

Meski berdasarkan data, faktor yang satu ini adalah faktor utama, tetapi dr. Herry menyebutkan bahwa hal ini tetap bisa dihindari atau dicegah.

2. Malas berolahraga dan banyak rebahan

“Kurang gerak atau kurang beraktivitas itu juga salah satu risk factor. Jadi, barang siapa yang malas bergerak, itu risiko diabetesnya juga akan meningkat,” tegasnya menambahkan.

Jadi, berolahraga atau berkativitas secara fisik juga sangat memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya diabetes.

Karena potensi akan meningkat kepada orang yang memang kurang beraktivitas atau bergerak secara fisik.

3. You Are What You Eat

“Apa yang kita makan adalah diri kamu. Jadi, semakin banyak kamu makan sesuatu yang berkalori dan lemak, nah itu risiko mengalami obesitas, akibatnya risiko diabetes juga akan meningkat,” papar dr. Herry.

4. Hamil

“Kadang-kadang selama tidak hamil itu tidak ada diabetes, tapi pada saat hamil biasanya dokter akan ngecek di trimester dua atau tiga, suka ketemu tuh gula darahnya naik,” jelasnya.

Namun, kondisi ini akan berakhir pada saat sang ibu sudah melahirkan, gula darah akan kembali pada posisi normal.

Penyakit hormon yang bekerja berlawanan dengan insulin

“Misalnya ada asma atau rematik, lalu sama dokter dikasih obat salah satunya namanya steroid. Nah sama pasien karena merasa enak dibeli lagi, dibeli lagi, lama-lama terbiasa akhirnya gula darahnya naik,” jelas dr. Herry memaparkan.

5. Penyakit hormon yang bekerja berlawanan dengan insulin

“Misalnya ada asma atau rematik, lalu sama dokter dikasih obat salah satunya namanya steroid. Nah sama pasien karena merasa enak dibeli lagi, dibeli lagi, lama-lama terbiasa akhirnya gula darahnya naik,” jelas dr. Herry memaparkan.(Sonora.id)

INFO Kesehatan Hari Ini, 12 Tanda Penyakit Diabetes di Tubuh, Simak Penjelasannya 

Ilustrasi Diabetes (Kolase Tribun Jabar)

Info Kesehatan Lainnya

SUMBER:

https://batam.tribunnews.com/2021/06/18/ciri-ciri-tubuh-idap-diabetes-muncul-bercak-hingga-tanda-aneh-di-kulit?page=all

https://pekanbaru.tribunnews.com/2021/06/18/ini-ciri-ciri-tubuh-mengidap-penyakit-diabetes-atau-kencing-manis-muncul-tanda-ini-di-kulit?page=all

https://jogja.tribunnews.com/2021/03/18/inilah-5-faktor-utama-penyebab-diabetes-salah-satunya-faktor-keturunan?page=all

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved