Breaking News:

Catatan Willy Kumurur

Semifinal Euro Inggris vs Denmark, Sumbu Dinamit di Mulut Singa

Maka tim Tinga Singa mesti waspada menghadapi tim Dinamit yang siap meledak lagi.

handover
dr Willy Kumurur 

Sepak bola, yang selalu penuh gairah, tetapi seringkali begitu licik, tiba-tiba menyatukan seluruh Denmark.

The Guardian menulis metafora tentang negeri dongeng yang bernama Denmark yang bangkit bagai burung phoenix di hari-hari berikutnya: seluruh bangsa berdiri di belakang Eriksen dan tim Denmark.

Kapasitas Hjulmand mengatasi masalah kehilangan Eriksen ditunjukkannya dalam laga melawan Russia, Wales dan Ceko.

Ia dipuji oleh Simon Kjaer, bek Denmark, "Pelatih kami sangat luar biasa dalam cara dia menangani situasi mengerikan ini, padahal ia sendiri merasakan kekhawatiran setelah melihat Eriksen."

"Dia adalah pelatih dan pemimpin yang luar biasa bagi tim. Kami sangat bersyukur memiliki Kasper sebagai pelatih kami." tambahnya.

Maka tim Tinga Singa mesti waspada menghadapi tim Dinamit yang siap meledak lagi.

Ujar Hjulmand, "Kami akan membungkam para penonton yang datang ke Stadion Wembley, meski kami tahu itu akan sulit."

Karena Hjulmand punya pengalaman manis tatkala menghentikan auman Tiga Singa di Stadion Wembley pada musim gugur yang lalu.

Kenangan manis itu ingin diulang oleh Hjulmand dan pasukannya di hadapan publik Inggris yang terus-menerus berharap bahwa: football is coming home.

Sepakbola menyerang adalah falsafah kedua tim, maka bolehlah kita mengharapkan presentasi keindahan dalam lagi dinihari nanti di Stadion Wembley.

Dan pada akhirnya, akan ada yang tertawa dan akan ada yang menangis.

Eduardo Galeano menulis dalam bukunya yang mashyur Soccer in Sun and Shadow mengungkapkan bahwa the history of soccer is a sad voyage from beauty to duty (sejarah sepak bola adalah perjalanan sedih dari keindahan ke tugas semata).****

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved