Breaking News:

Bupati Minsel Rapat Khusus dengan Forkopimda Bahas Jam Operasional Tempat Usaha

Sekarang kan penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kabupaten Minahasa Selatan semakin cepat.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Charles Komaling
tribunmanado.co.id/Rul Mantik
Bupati Minahasa Selatan, Franky Wongkar dan Wakil Ketua DPRD Minsel, Stefanus Lumowa, saat bersama menerima aspirasi seorang warga. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mulai memberlakukan pembatasan jam operasional usaha.

Pembatasan itu dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Minsel yang diterbitkan pada akhir Juni 2021.

Dalam Surat Edaran itu ditegaskan, aktivitas masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Minsel dibatasi sampai Pukul 21.00 Wita.

Pembatasan jam operasional ini berlaku bagi semua aktivitas masyarakat yang melibatkan banyak orang, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Sedangkan, untuk usaha perdagangan seperti pusat perbelanjaan, pasar, swalayan, kafe, rumah makan hingga warung, pembatasan operasionalnya sampai Pukul 20.00 Wita.

Menurut Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar, pembatasan jam operasional di Kabupaten Minsel, dilakukan sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

"Sekarang kan penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), semakin cepat. Jadi, pemerintah harus berupaya melakukan pengendalian penyebaran Covid-19. Salah satu cara dengan pembentukan PPKM Mikro," terang Franky Wongkar, Selasa (6/7/2021).

Dijelaskan Franky Wongkar, Surat Edaran ini diterbitkan setelah dia melakukan rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Pada Tanggal 10 Juni lalu, saya dan pak Wakil Bupati, serta Forkopimda, telah melakukan rapat koordinasi tentang langkah yang harus diambil dalam pengendalian dan pengoptimalan pencegahan Covid-19," ungkapnya.

"Ini untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri, Nomor 13 Tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan PPKM Mikro dan mengoptimalkan penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan," imbuhnya.

Franky berharap, Surat Edaran itu dapat dipatuhi oleh seluruh warga Minsel, agar penyebaran Covid-19 bisa teratasi.

"Taatilah aturan yang telah dibuat pemerintah, sebab aturan ini untuk kebaikan kita bersama. Jaga kesehatan, selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, hindari kerumunan," pesan Franky.

Kegiatan yang melibatkan banyak orang pun dibatasi kehadirannya. Dalam surat edaran, setiap kegiatan hanya dibolehkan 25 persen kehadiran dari kapasitas tempat kegiatan.

Pantauan Tribun Manado, hampir semua tempat usaha di wilayah Kabupaten Minsel telah menaati Surat Edaran Bupati Minsel itu.

Pada Pukul 21.00 Wita, tak ada lagi tempat usaha rumah makan, kafe, warung atau pusat perbelanjaan yang dibuka. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved