Breaking News:

Pelajar SMKN 1 Siau Timur Ramai-ramai Datangi Lokasi Vaksinasi Covid-19

Yang tersisa hanya sedikit rasa nyeri di bagian tubuh yang disuntik. Kalau perasaan sudah biasa-biasa saja,

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
octavian hermanses
Vaksinasi diikuti murid SMKN 1 Siau 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Program vaksinasi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 bagi anak-anak berusia 12-17 tahun resmi bergulir. Kegiatan ini dimulai lewat launching program vaksinasi anak oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Senin (5/7/2021).

Di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), program vaksinasi anak menyasar 5.615 anak dari kalangan pelajar SMP dan SMA sederajat. Dari jumlah tersebut, tercatat 50 orang pelajar SMK Negeri 1 Siau Timur menjadi peserta di hari pertama pelaksanaan program yang digagas pemerintah ini.

Mereka pun terlihat antusias mengikuti jalannya vaksinasi oleh tim vaksinator dari Puskesmas Ulu Siau. Meski demikian, sejumlah pelajar mengaku gugup sesaat setelah nama mereka dipanggil untuk diperiksa kesehatannya sebelum disuntik.

"Awalnya merasa takut dan gugup ketika dipanggil. Tapi ini kan untuk kebaikan kita bersama, makanya saya tetap maju untuk menerima suntikan vaksin," kata Brayen Rompas, pelajar Kelas XII SMK Negeri 1 Siau Timur.

Rasa takutnya pun berangsur hilang ketika jarum suntik masuk ke lengan kirinya. Sembari mendapat penguatan dari tenaga kesehatan dan orang tuannya, Brayen mengaku bersyukur boleh menerima vaksinasi tersebut.

"Yang tersisa hanya sedikit rasa nyeri di bagian tubuh yang disuntik. Kalau perasaan sudah biasa-biasa saja," kunci Brayen.

Pengakuan berbeda dilontarkan Regina Kansil, pelajar SMK Negeri 1 Siau Timur yang mengaku tidak takut atau gugup saat mengikuti program vaksinasi bagi anak-anak itu.

Selain terbiasa dengan macam-macam suntikan imunisasi, perempuan berpostur besar itu mendapatkan dukungan penuh dari orang tuannya.

"Biasa-biasa saja. Tidak ada rasa takut atau reaksi apa-apa setelah disuntik oleh petugas kesehatan," kata Regina.

Ia pun mengajak rekan-rekannya sesama pelajar yang ada di Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk mengikuti program vaksinasi bagi anak-anak. Dengan demikian, Regina menyebut langkah itu bisa membantu pemerintah dalam mengendalikan penyebaran virus corona, khususnya bagi anak-anak yang belakangan ini terus meningkat.

"Kan sebelum disuntik akan diperiksa lebih dulu. Jadi bagi setiap orang yang dinyatakan memenuhi syarat, pasti hasilnya akan baik-baik saja," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Christian Kansil yang ikut mendampingi anaknya untuk mengikuti vaksinasi mengaku tidak kuatir dengan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Karena saya juga sudah divaksin, jadi sendiri bisa merasakan bagaimana kondisi tubuh kita setelah disuntik. Dan itu yang saya jelaskan ke anak saya. Intinya, tidak usah kuatir ketika menjalani vaksinasi," ungkap Kansil. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved