Breaking News:

KPID Sulut Ajak Masyarakat Bijak Memilih Siaran

Maka melalui kegiatan literasi media ini, KPID Sulut mengajak stakeholder untuk bersinergi mengedukasi masyarakat

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Charles Komaling
Tribun manado / Ryo Noor
Gubernur Olly Dondokambey Lantik 7 Komisioner KPID Sulut beberapa waktu lalu 

 TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bertempat Aula Kantor Bupati Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara (Sulut), kembali menggelar kegiatan Literasi Media.

Kegiatan ini mengangkat tema, Sinergitas KPID Bersama Stakeholders Dalam Upaya Mewujudkan Siaran Sehat Bagi Rakyat, Menuju Sulut yang Semakin Hebat dan Maju Jumat kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Kelembagaan KPID Sulut ini menyasar tokoh Masyarakat, wartawan dari lembaga penyiaran serta generasi muda mahasiswa dari beberapa organisasi.

Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sulut, Pengasihan Amisan, S.IP dalam sambutan pengantarnya mengatakan, kegiatan literasi adalah suatu upaya untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat terkait manfaat dan dampak penyiaran bagi masyarakat.

Menurut Amisan, sesuai amanat UU 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, KPID berwenang mengawasi konten siaran yang disiarkan lewat spektrum radio, baik lewat televisi maupun radio. Namun di luar itu ada konten-konten siaran yang disalurkan melalui media internet, yang bukan kewenangan KPID.

“Karena siaran-siaran di media internet bukan kewenangan kami, maka melalui kegiatan literasi media ini, KPID Sulut mengajak stakeholder untuk bersinergi mengedukasi masyarakat, agar bijak memilih siaran,” kata Bung Santo, sapaan akrab korbid kelembagaan KPID Sulut ini .

Kegiatan literasi media ini dibuka oleh Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap yang diwakili oleh Asisten Tiga sekdakab Mitra Ir.Elly Sangian,MM dan menghadirkan narasumber Anggota Komisi Pemilihan Umum kabupaten Minahasa Tenggara Otniel Tamod, Kepala Dinas Kominfo dan SP Mitra Budi Raranta, yang pada kesempatan itu turut mendorong stakeholder untuk mengawasi siaran.

Mengawali pemaparannya, pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara ikut mengapresiasi kerja KPID Sulut yang telah menggelar Literasi Media terkait penyiaran di seluruh kabupaten-kota di Sulut. Dia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam hal memilih konten siaran sehat.

“Untuk mendukung tema Literasi Media kali ini, maka KPID Sulut yang merupakan mitra kerja harus mampu mengedukasi lembaga penyiaran lokal agar isi siaran benar-benar baik dan memiliki nilai pendidikan kepada masyarakat,” ujar Sangian.

Selain itu, Mantan Kadis Pertanian ini juga mendorong lembaga-lembaga penyiaran untuk ikut serta berperan aktif dalam mensosialisasikan dampak maupun cara penanggulangan covid-19 kepada masyarakat.

Komisioner KPID Sulut Merlyn Watulangkow, SH yang juga ikut memberikan pemaparan, menyentil tugas dan wewenang KPI yang sudah diatur dalam UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, termasuk soal penayangan film atau sinetron dan proses sensor oleh lembaga sensor film.

Sementara itu, Komisioner KPID Sulut Meilany Rauw, SE dalam pemaparannya menyentil soal prosesntase konten lokeg yang wajib ada dalam program siaran, dimana sesuai ketentuan minimum harus 10 persen konten lokal.

KPID juga menggandeng Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Mitra dalam hal ini Kepala Dinas Budi Raranta ,Mantan Wartawan Daerah Bung Otnie Tamod dan Ketua IWO Mitra dalam mengsosialisasikan hal ini.

Muncul juga dalam pembahasan bersama narasumber soal konten dimedia yang sangat mempengaruhi perkembangan mental generasi muda penerus bangsa hingga soal game online yang menjamur melalui media gadget.

“Menyiarkan konten-konten Negatif dan permainan game online juga menjadi tanggung jawab orang tua dalam mengawasi anak dalam penggunaan media elektronik,” ujar Budi Raranta. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved