Breaking News:

Berita Sitaro

KM Marina Bay Tujuan Tagulandang-Manado Balik Arah ke Pelabuhan Ulu Siau

M Marina Bay yang berangkat dari Pelabuhan Ulu Siau dengan tujuan Pelabuhan Tagulandang dan Pelabuhan Manado terpaksa putar haluan

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Octavian Hermanses/Tribun manado
KM Marina Bay kembali sandar di Pelabuhan Ulu Siau setelah gagal melakukan perjalanan ke Tagulandang dan Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - KM Marina Bay yang berangkat dari Pelabuhan Ulu Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dengan tujuan Pelabuhan Tagulandang dan Pelabuhan Manado terpaksa putar haluan kembali ke Pelabuhan Ulu Siau.

Kapal tersebut tak bisa melanjutkan perjalanan karena hantaman angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan laut Kabupaten Sitaro, tepatnya diantara Pulau Siau dan Pulau Tagulandang.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ulu Siau, Welhelmus Dami dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut.

"Ya benar, kapal Marina May terpaksa berbalik arah karena terjadi perubahan cuaca sesaat setelah kapal berangkat dari Pelabuhan Ulu Siau," kata Dami melalui sambungan telepon, Minggu (4/7/2021).

Menurut Dami, KM Marina Bay bertolak dari Pelabuhan Ulu Siau sekitar pukul 17.50 Wita dengan membawa 176 orang penumpang tujuan Pelabuhan Tagulandang dan Pelabuhan Manado.

Sekira satu jam perjalanan laut, kapal berbalik arah tepat diantara Pulau Siau dan Pulau Tagulandang.

"Kapal kembali sandar di Pelabuhan Ulu Siau sekitar pukul 20.30 Wita.

Dari manifes kapal diketahui jumlah penumpang tujuan Tagulandang sebanyak 18 orang dan tujuan Manado 158 orang," beber Dami.

Diterangkan, keputusan nakhoda untuk memutar haluan kapal kembali ke Pelabuhan Ulu Siau untuk menghindari kecelakaan yang bisa terjadi akibat terjangan angin kencang dan gelombang tinggi.

"Sampai saat ini, kami belum bisa memastikan kapan kapal akan kembali diberangkatkan. Semua tergantung perkembangan kondisi cuaca," ujar Dami.

Sementara itu, salah seorang penumpang KM Marina Bay, Hengky Pesik yang sempat diwawancarai wartawan mengungkapkan suasana di atas kapal yang sempat mencekam akibat kondisi kapal yang dihantam gelombang tinggi.

"Sebagian penumpang, apalagi ibu-ibu dan anak-anak sudah menangis karena ketakutan," ungkap Pesik.

Ia pun pribadi mengaku bersikap pasrah apabila terjadi sesuatu ketika kapal tersebut tetap melanjutkan perjalanan menuju Tagulandang dan Manado.

"Kondisi mulai berubah pada saat kapal keluar dari Pulau Buhias. Makanya saya pribadi sudah pasrah kalau memang terjadi apa-apa," kata Pesik sembari bersyukur masih bisa kembali dengan selamat. (HER)

Baca juga: Gempa Magnitudo 5.5 Sabtu Malam, Ketua RT: Warga Panik Berlarian Keluar Rumah

Baca juga: Peringatan Dini Hari Ini Minggu 4 Juli 2021, BMKG: 21 Wilayah Indonesia Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Baca juga: DETIK-Detik Warga Rebut Jenazah Covid-19 dari Petugas Pemakaman, Peti Mati Sampai Dibongkar Paksa

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved