Breaking News:

TRIBUN BAKU DAPA

Pengurus Barol Berharap Sulut United Lolos ke Liga I, Sentil Toilet Stadion Klabat

Meski Liga Indonesia 2 belum bergulir, namun kebersamaan suporter Sulut United terjaga.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
tribun manado/ronald moha
TRIBUN BAKU DAPA - Angelis Mangumpaus dan Deddy Lakoy, dua suporter Sulut United dari Komunitas Barol Sulut United berbincang-bincang dengan Aswin Lumintang, Jurnalis Tribun Manado di acara Tribun Baku Dapa, Sabtu (3/7/2021). 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski Liga Indonesia 2 belum bergulir, namun kebersamaan suporter Sulut United terjaga.

Pasalnya, tim sepakbola kebanggaan Sulut memiliki beberapa komunitas suporter yang setia mendukung klub yang dulunya ber-home base di Bogor ini.

Dua komunitas suporter yang tergabung dalam Barol Sulut United yakni, Angelis Mangumpaus; Bendahara Barol Sulut United dan Deddy Lakoy; Sekretaris Barol Sulut United hadir di Talk Show Tribun Baku Dapa yang dipandu Aswin Lumintang, Jurnalis Tribun Manado, Sabtu, (03/07/2021) pukul 10.30 WITA.

Angelis mengatakan, komunitas Barol Sulut United terbentuk sebulan sebelum klub kebanggaan Sulawesi Utara itu secara resmi menjadikan Stadion Klabat sebagai home base. ''Kami (Barol Sulut United) terbentuk sekitar bulan Juni 2019, sedangkan Sulut United resmi hadir di Sulut bulan Juli 2019.

''Tujuan kami menggalang suporter untuk mendukung keberadaan klub ini. Supaya Sulut United boleh dinikmati rakyat Sulut yang sekitar 15 tahun tidak ada klub profesional yang bermain di liga papan atas Indonesia, '' ujarnya.

Sementara Deddy Lakoy mengatakan, kini anggota mereka sekitar 300 orang, yang sebagian besar pria. ''Sebelum pandemi Covid-19, kami sering melakukan latihan yel-yel untuk memberi dukungan saat Sulut United bermain di Stadion Klabat, '' ujar Deddy meyakinkan.

Deddy dan Angelis juga mengatakan, mereka selalu memberi edukasi kepada fans Sulut United untuk memberi tiket. ''Jadi kami ingatkan bahwa untuk menopang klub kebanggaan Sulut United, maka jangan ada suporter yang maunya masuk gratis. Semua harus bayar, sebab itu bentuk dukungan suporter terhadap pendanaan klub ini, '' ujar Deddy.

Militan Sulut United di acara Tribun Baku Dapa
Militan Sulut United di acara Tribun Baku Dapa (tribun manado/ronald moha)

Deddy mengatakan, pihaknya mengerti jika saat ini masih banyak pemain luar Sulut yang bermain di Sulut United. ''Daerah ini hampir 20 tahun vakum klub profesional. Tidak ada kompetisi atau turnamen berjenjang. Jadi kami paham manajemen Sulut United harus mengambil pemain dari luar, '' ujarnya.

Namun, dia berharap dengan adanya Sulut United Football Academy ke depan banyak pemain asal Sulawesi Utara yang bukan hanya bermain di Sulut United melainkan bermain di beberapa klub papan atas Indonesia.

''Bahkan, kami bangga kalau ada pemain Sulut yang lahir dari Sulut United Football Academy, dan bisa bermain di Liga Malaysia, Jepang dan eropa. Itu harapan kami, '' ujar Deddy yang dibenarkan Deddy.

Menariknya, Deddy ikut menyentil Stadion Klabat yang menjadi home base Sulut United masih ada beberapa kekurangan. Misalnya tidak ada toilet. ''Kemudian beberapa fasilitas di tribun tempat menonton tidak memadai. Tempat duduk dan fasilitas lainnya harus diperbaiki, '' ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved