Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Senin 28 Juni 2021, 1 Raja-raja 3:17-18 : Melahirkan dan Memiliki Anak

Itulah hal yang memicu pertengkaran hebat antara 2 perempuan sundal sehingga mereka harus berurusan sampai ke pengadilan raja Salomo.

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Renungan Harian 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Semua perempuan normal, ingin melahirkan dan memiliki anak.

Tidak mungkin seorang perempuan hanya ingin melahirkan, tapi tidak mau memiliki anak.

Sebab seorang perempuan normal, merasa sempurna jika dia melahirkan dan memiliki anak.

Itulah hal yang memicu pertengkaran hebat antara 2 perempuan sundal sehingga mereka harus berurusan sampai ke pengadilan Raja Salomo.

Keduanya sama-sama sudah melahirkan. Hanya berbeda 3 hari saja antara satu dengan yang lainnya.

Masalah kemudian terjadi karena bayi salah satu perempuan itu, mati. Karena keduanya sama-sama ingin memiliki anak, maka terjadilah pertengkaran hebat. Kasus ini hanya bisa diselesaikan oleh raja Salomo.

Mereka saling mempertahankan pendapatnya masing-masing yang sangat sulit dislesaikan karena sama-sama tidak memiliki bukti yang kuat. Setidaknya 2 alat bukti. Tapi tidak. Sebab hanya mereka berdua saja yang ada di rumah itu.

Demikian firman Tuhan hari ini. Kata perempuan yang satu: "Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu. Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan ini pun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah. (ayat 17dan 18)

Mereka saling mempertahankan dan memperebutkan anak yang hidup itu. Mereka sama-sama sudah melahirkan, dan sama-sama ingin memiliki dan membesarkan dengan kasih sayang. Tapi apa daya anak salah satu dari mereka mati.

Kehadiran anak bagi mereka adalah kesempurnaan hidup. Padahal, sama-sama tidak jelas siapa suami mereka masing-masing.

Bagi mereka, melahirkan dan memiliki anak adalah segalanya. Maka bertengkar dan berperkara pun mereka sama-sama tidak mundur.

Padahal, selain suami mereka tidak jelas, tanggungjawab besar mendidik, membesarkan dan membiayai hidup anak, tidaklah mudah.

Tapi, demi mendapatkan atau mempertahankan anak, mereka rela melakukan apa saja. Sebab anak adalah mahkota kehidupan keluarga dan manusia.

Sahabat Kristus, perempuan sundal saja, sangat mengasihi anaknya. Tidak mau kehilangan anak. Mereka ingin menjadi "sempurna" sebagai perempuan bahkan sebagai manusia, dengan memiliki anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved