Wabup Sangihe Meninggal

Kapolda Sulut Kembali Tegaskan Kematian Wabup Sangihe Karena Penyakit

Isu kematian Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong beberapa waktu lalu masih menyimpan misteri.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Nana Sudjana tegaskan kematian Wabup Sangihe murni karena penyakit yang dideritanya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kematian Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong beberapa waktu lalu membuat masyarakat, khususnya warga Sangihe bertanya-tanya.

Tak sedikit yang beranggapan bahwa Helmud diduga menjadi korban pembunuhan.

Namun hal itu kembali ditegaskan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dengan memastikan penyebab kematian karena penyakit menahun yang diderita.

Pernyataan tersebut kembali diucapkan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Nana Sudjana, saat dikonfirmasi belum lama ini.

“Kami sudah melakukan penyelidikan dan sudah melakukan autopsi terhadap almarhum dan hasil dari autopsi bahwa tidak dtemukan adanya racun, apakah itu sianida, pestisida ataupun arsen, jadi tidak ditemukan itu,” ucap Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana.

Dari beberapa keterangan yang juga didapat dari keluarga, kata Kapolda, almarhum memang memiliki penyakit menahun

“Terkait dengan hal ini, kami mengharapkan isu-isu ini tidak diperluas lagi, karena fakta hasil autopsi seperti itu,” tegas Kapolda Sulut.

Sebelumnya, Tim Forensik Polda Sulut dipimpin Direskrimum Polda Sulut AKBP Gani F Siahaan, SIK, MH didampingi Karumkit Bayangkara Tingkat III Manado AKBP dr M Faisal Zulkarnaen Sp KF melakukan autopsi terhadap jenazah Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Helmud Hontong.

Autopsi jenazah dilakukan di Ruang Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Liung Kendage Tahuna, Senin 14 Juni 2021 pukul 05.30 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan kembali bahwa dari hasil autopsi, dokter menjelaskan belum ditemukan indikasi keracunan, seperti kabar yang beredar.

“Ia benar sudah dilakukan autopsi dan penyebab kematian wakil bupati diduga karena komplikasi penyakit menahun yang diderita. Pada saat pemeriksaan tidak ditemukan adanya racun,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Namun demikian Tim Forensik katanya tetap mengambil beberapa sampel organ tubuh dari almarhum untuk diperiksa di lab forensik dan masih menunggu hasil dari labfor terhadap organ tubuh yang diperiksa kurang lebih dua minggu.

Kegiatan autopsi itu sendiri dimulai sejak pukul 05.30 Wita dan selesai pada pukul 07.10 Wita dan dilakukan oleh Tim Gabungan Forensik Polda Sulut yakni dr. Faizal Zulkarnaen, Spesialis Forensik RS Prof Kandouw dr Nola Mallo dan dr Elisa Rompas.

Ular Sanca Yang Ditemukan Warga Kotamabagu Ternyata Sudah Makan Babi Hutan

Apa Saja Ciri-ciri Gejala Covid-19 Varian Delta? Dampaknya Lebih Mengerikan, Berikut Penjelasannya

Negara Lolos ke Perempat Final Euro 2021, Paling Awal Denmark dan Italia

Pengurus PDI Perjuangan Minut Wajib Divaksin, Ajak Anggota Keluarga

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved