Breaking News:

Illegal Fishing

Barang Bukti Illegal Fishing Dijatuhkan ke Laut, Dua Kapal Filipina dan Malaysia Tertangkap

PSDKP Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Batam Kepuluan Riau, menjadi lokasi penanganan hukum Kapal ikan Asing

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
PSDKP Bitung
Penyerahan Kapal illegal Filipina ke Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Keluatan dan Perikanan (PSDMP) Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Batam Kepuluan Riau, menjadi lokasi penanganan hukum Kapal ikan Asing (KIA), yang melakukan aksi pencurian ikan di wilayah ZEEI laut Sulawesi dalam kurun dua hari.

Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 03 menangkap kapal berbendera Malasyia saat tengah mencuri ikan di kawasan landas kontinen Perairan Indonesia di Selat Malaka pada hari Selasa (22/6/2021).

Sedangkan Kapal FB.ca YAYA - 3 berbendera Filipina ditangkap oleh KP Orca 04 saat melakukan illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Sulawesi pada hari Kamis (24/6/2021).

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa penangkapan KM SLFA 5269 ini cukup menantang dan berbahaya. 

Baca juga: Polisi Tak Tahu Soal Penemuan Ular Sanca 5 Meter di Mongkonai Kotamobagu 

Kali ini pelaku berusaha menghilangkan barang bukti pada saat dilakukan pengejaran oleh aparat. 

“Mereka ini cerdik. Diduga dari empat buah jaring yang mereka gunakan sebagai alat tangkap, tiga di antaranya dijatuhkan ke laut pada saat kami kejar,” kata Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono, Minggu (27/6/2021).

Lanjut Ipunk sapaan Pung Saksono yang juga pernah memimpin pangkalan PSDKP Bitung di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga, aksi dari para pelaku illegal fishing, selain untuk menghilangkan barang bukti, aksi ini sengaja dilakukan oleh mereka untuk menghentikan pengejaran yang dilakukan aparat. 

Menurut Ipunk, tidak sedikit kasus dimana propeler kapal pengawas terlilit oleh jaring yang sengaja dijatuhkan oleh para pelaku pada saat pengejaran.

“Aparat kami telah terlatih dalam menghadapi beragam modus operandi yang dilakukan pelaku," tegas Ipunk.  

Lebih lanjut Ipunk menjelaskan bahwa dari KM SLFA 5269 berhasil diamankan empat orang awak kapal terdiri dari dua orang WN Malaysia dan dua orang WN Indonesia. 

Baca juga: Bule WN Finlandia Ditangkap di Pulau Bunaken-Sulut, Bawa 152 Gram Narkoba

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved