Breaking News:

Berita Sulut

Ramai Penolakan PT TMS Keruk Emas di Pulau Sangihe, Begini Respons Gubernur Olly Dondokambey

Gerakan menolak operasi PT Tambang Mas Sangihe di Pulau Sangihe terus mengemuka

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Humas Pemprov Sulut
Gubernur Olly Dondokambey 

Ia mengklaim aspirasi yang disampaikan mereka akan ikut dikawal semua Aliansi BEM Nusantara di seluruh provinsi di Indonesia.

"Aspirasi yang kami sampaikan di sini akan dikawal bersama teman-teman Aliansi BEM Nusantara di seluruh Indonesia," bebernya.

Humiang menegaskan kembali, sampai saat ini PT TMS belum melakukan aktivitas pertambangan.

Baca juga: UPDATE Kasus Virus Corona Indonesia Rabu 23 Juni 2021, Catat Rekor Penambahan, Tembus 15.308 Orang

Menyangkut aspirasi, Humiang berjanji  akan menyampaikan ke Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama dengan anak-anak ini. Kami membawa aspirasi ini ke Jakarta," kata Humiang. 

Tuntutan pendemo di antaranya mencabut izin PT TMS, janji Humiang, segera dikirim ke pusat. 

"Kami minta, buat secara tertulis. Nanti secepatnya dikirim, sebelumnya dibuatkan resume," ujarnya

PT TMS merupakan pemegang Kontrak Karya generasi ke-7 dengan pemerintah Indonesia. Kedua pihak menandatangani Kontrak Karya pada 27 April 1997 dan berlaku hingga 2027, kesepakatan itu dapat dua kali diperpanjang selama 10 tahun.

Kontrak Kerja dalam Undang-undang Minerba terbaru diubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). (ryo)

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kritik Soal Sampah Menumpuk di Sitaro

YOUTUBE TRIBUN MANADO

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved