Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut Pukul 06.45 WIB, Sopir Tewas Tertabrak Mobilnya, Korban Dihantam Pikap yang Mundur
Terjadi kecelakaan maut di Jalan Tanjakan Desa Ringinrejo pada Selasa kemarin pagi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Tanjakan Desa Ringinrejo pada Selasa kemarin pagi.
Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal.
Akibat kecelakan tersebut seorang pengemudi tewas.
Baca juga: Gempa Bumi Guncang Wilayah Jawa Timur, Info Terkini BMKG Magnitudo dan Pusat Gempa
Baca juga: Potret Wajah Irshadi Bagasputro Dewasa, Ada yang Berubah? Pemain Heart Series Lepas Masa Lajang
Baca juga: Presiden Duterte Ancam Rakyat Filipina: Anda yang Pilih, Vaksin atau Saya Tangkap Penjarakan Anda
Foto : Warga histeris mengetahui tubuh sopir itu terjepit di antara pohon dan mobil pik up yang dikemudikan. (SURYA.co.id/Imam Taufiq)
Senan (43), warga Dusun Ringinrejo, Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan tewas setelah tubuhnya terhantam bodi belakang (bak) mobil pik up L 300 yang dikemudikannya sendiri.
Itu terjadi di saat mobil bermuatan pupuk organik itu tak kuat menanjak lalu diganjal dengan batu.
Batu itu tak kuat menahan bebannya.
"Mobil itu mendadak berjalan mundur dan mengenai korban yang ada di belakangnya," kata AKP Suyatno, Kapolsek Kademangan.
Menurutnya, kecelakaan tunggal itu terjadi di jalan tanjakan Desa Ringinrejo, Selasa (22/6) pagi sekitar pukul 06.45 WIB,
saat mobil yang dikemudikan korban itu tak kuat melewati jalan tanjakan.
Saat itu, mobil pik up L 300 dengan nopol AG 1442 KF sedang bermuatan pupuk organik.
Korban tak sendirian melainkan ditemani oleh Supomo (52), kenetnya yang juga tetangganya.
"Mobil itu bermuatan pupuk, yang akan dikirimkan ke sejumlah kelompok tani.
Korban sudah biasa lewat situ (jalan tanjakan itu)," ungkapnya.
Entah karena muatannya terlalu berat atau ada penyebab lain,
mobil yang melaju ke arah selatan itu mendadak berhenti di jalan tanjakan.
Meski sudah dipaksakan, namun mobil itu tetap tak kuat. Karena itu,
korban dengan cepat menyuruh kenetnya turun untuk mencari batu buat mengganjalnya.
Setelah ditemukan batu, si kenet mengganjal ban belakang sebelah kanan.
"Mungkin, merasa sedikit aman,
sehingga korban turun untuk mengeceknya. Ia jongkok di belakang mobilnya,
untuk mengecek batu yang dipakai mengganjal itu," paparnya.
Setelah melihatnya, korban merasa mobilnya belum aman,
sehingga kembali menyuruh kenetnya, untuk mencari satu batu lagi.
Rencananya, itu buat mengganjal ban sebelahnya atau sebelah kiri belakang, agar lebih aman.
"Di saat si kenetnya sedang mencari batu itu,
mobilnya mendadak berjalan mundur.
Informasinya, batu yang dipakai mengganjal ban belakang sebelah kanan tadi melesat.
Mungkin karena batunya kurang besar atau karena terlalu beratnya beban mobil sehingga batu itu ttak kuat menahannya," paparnya.
Foto : Ilustrasi kecelakaan mobil pikap. (Istimewa/Tribun Manado)
Celakanya, saat mobilnya berjalan mundur,
korban belum sempat bergeser dari tempat jongkoknya.
Akibatnya, tubuh nya langsung terhantam bodi belakang pik up-nya,
hingga terperosok ke tepi jalan yang banyak tumbuhj rumput ilalang.
Kebetulan, di antara rumput ilalang itu ada pohon jati sehingga tubuh korban terjepit di antara pohon jati dan bak L 300.
Melihat sopirnya dalam kondisi seperti itu, si kenet langsung berteriak kaget.
"Kami belum bisa memastikan, apakah mobil itu dalam kondisi mesinnya dimatikan atau hidup.
Makanya, kalau mengalami hal seperti itu, sebaiknya mesin dimatikan,
agar selama belum menemukan batu buat menganjal kedua ban belakang, pengamanannya bisa dobel.
Yakni, selain pakai hand rem juga bisa sekalian diperkuat lagi dengan gigi perslening dimasukkan, agar kian aman," pungkasnya.
Berita lainnya terkait kecelakaan lalu lintas
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id, https://surabaya.tribunnews.com/2021/06/22/pengemudi-pick-up-di-blitar-ditabrak-kendaraannya-sendiri-berawal-dari-jalanan-yang-menanjak?page=all