Breaking News:

Kisah Pemuda Sangihe Bekerja di Perbatasan NKRI

Modal nekat serta kemauan kerja yang tinggi ia dan empat temannya mencoba mengadu nasib kerja di Talaud.

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Charles Komaling
ivent
Yesen Malembori 28 Tahun warga Kabupaten Kepulauan Sangihe bekerja di Talaud 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Adanya  pandemi ini berdampak pada bidang pendidikan, sosial, bahkan ekonomi. Tidak hanya berimbas pada perusahaan-perusahaan tetapi masyarakat kecil pun juga ikut terkena imbasnya.

Yesen Malembori 28 Tahun warga Kabupaten Kepulauan Sangihe saat di wawancarai Tribun Manado Selasa (22/6/2021) mencoba berbagi cerita kehidupannya selama mengadu nasib di perbatasan NKRI Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara .

Modal nekat serta kemauan kerja yang tinggi ia dan empat temannya mencoba mengadu nasib kerja di Talaud.

Di awal tahun 2014 silam dirinya bersama 4 temannya memilih kabupaten kepulauan Talaud untuk mengadu nasib guna membantu meringankan kehidupan keluarga terutama kedua orang tuanya .

"Yesen berasal dari Desa Manganitu Kabupaten Sangihe Provinsi Sulawesi Utara .

Selama berada di kabupaten kepulauan Talaud Yesen dan ke tiga temannya bekerja di salah satu toko bangunan yang terletak pusat kota Melonguane. Dengan gaji di bawah standar UMP dan hanya bisa bertahan beberapa bulan saja.

Mencoba memutar otak untuk bisa bertahan hidup lebih baik lagi, Yensen mencoba membuka usaha kecil-kecilan dengan sisa modal gaji nya waktu berkerja di toko bangunan .

Yensen mencoba membuka tempat usaha tambal ban untuk melayani kendaraan roda dua dan roda empat dan stelah setahun berjalan ternyata keuntungan dari usah tersebut sangat mengiurkan. Yensen mengaku dalam sehari dirinya bisa meraih omset Hingga Rp 500 ribu dan bahkan lebih jika sedang ramai .

Setelah menjalani usahanya dengan ulet, kini Yansen sudah memiliki 1 orang anak dari darah perempuan Talaud yang dinikahinya serta sudah memiliki beberapa aset dari hasil usaha dan kerja kerasnya.

Yensen berencana untuk pulang ke kampung halaman nya sambil membawa istri dan anak lelakinya dan kembali membuka usaha bersama keluarga tercintanya di Sangihe.

Kerja keras adalah kunci untuk mendapatkan segala hal yang kamu cita-citakan. Tidak ada hasil baik yang datang dengan sendirinya atau secara instan, tanpa kerja keras dan ketekunan.

Ada kalanya saat dalam usaha menggapai suatu impian, kita mengalami kegagalan. Hal tersebut wajar terjadi, yang terpenting segera bangkit dan memulainya atau melanjutkan kembali.

Hasil yang kamu miliki nanti tidak akan mengkhianati segala hal yang sudah kamu usahakan dan segala jatuh bangunmu dalam berusaha menggapai kesuksesan. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved