Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Gelar Apel Memperingati HARGANAS ke- 28

Hari Keluarga Berencana Nasional (HARGANAS) Ke-28, diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat, baik unsur pemerintah, hingga swasta.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
BKKBN Sulut
BKKBN provinsi Sulawesi Utara menggelar apel dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang ke- 28.  

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - BKKBN provinsi Sulawesi Utara menggelar apel dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang ke- 28. 

Apel tersebut digelar di halaman kantor BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Senin 21 Juni 2021 kemarin. 

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Ir. D. Tino Tandaju, M.Erg bertindak sebagai pemimpin sekaligus membaca amanat tertulis Kepala BKKBN RI Dr.(H.C) dr. Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).

Ir.D. Tino Tandaju. M.Erg mengatakan, Hari Keluarga Berencana Nasional (HARGANAS) Ke-28, diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat, baik unsur pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, dan para keluarga.

"Meskipun dalam pelaksanaan Hari Keluarga tahun ini kita laksanakan dengan sederhana di masa pandemi Covid-19, namun banyak hikmah yang dapat kita ambil sebagai salah satu pembenahan dalam diri dan keluarga untuk tetap berfikir positif," terang dia.

Kata dia, pelaksanaan HARGANAS kali ini harus disyukuri sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa.

BKKBN provinsi Sulawesi Utara menggelar apel dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang ke- 28. 
BKKBN provinsi Sulawesi Utara menggelar apel dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang ke- 28.  (BKKBN provinsi Sulawesi Utara)

"Tentunya harus menciptakan situasi dan kondisi yang dapat memberikan manfaat langsung pada keluarga dan masyarakat, salah satunya melalui Program Bangga Kencana kepada seluruh keluarga di Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini BKKBN bertekad membangun cara dan semangat baru dalam mewujudkan keluarga berkualitas.

"Maka BKKBN mengambil Tema HARGANAS Ke-28 tahun ini yaitu ”KELUARGA KEREN, CEGAH STUNTING” Dengan hashtag #KeluargaIndonesiacegahstunting," sebut dia.

Hal ini, kata dia, betujuan Mensinergikan Gerak dan Langkah Keluarga Indonesia Mencegah Stunting.

"Sementara itu tujuan khusus dalam meningkatkan peran stakeholder, tokoh masyarakat dan keluarga dalam pembangunan keluarga; dan meningkatkan kinerja Pengelola dan Petugas Bangga Kencana dalam meningkatkan Program Bangga Kencana serta meningkatkan kepedulian keluarga Indonesia dalam pencegahan stunting," ujar Tino Tandaju.

BKKBN Provinsi Sulawesi Utara menggelar Apel dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang ke- 28
BKKBN Provinsi Sulawesi Utara menggelar Apel dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang ke- 28 (BKKBN provinsi Sulawesi Utara)

Tujuan khusus ini disesuaikan dengan amanat Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo kepada BKKBN sebagai Ketua Pelaksana Percepatan dan Penurunan Stunting di Indonesia pada tanggal 25 Januari 2021.

Indonesia saat ini dihadapkan pada permasalahan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 4 yang menunjukkan bahwa penurunan prevalensi stunting Balita di tingkat nasional hanya sebesar 6,4% selama periode 5 tahun, yaitu dari 37,2% (2013) menjadi 30,8% (2018).

Sedangkan untuk balita normal terjadi peningkatan dari 48,6% (2013) menjadi 57,8% (2018).

Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 17 negara yang mengalami beban ganda gizi, baik kelebihan maupun kekurangan gizi.

Sedangkan di kawasan Asia Tenggara,prevalensi stunting di Indonesia merupakan tertinggi kedua, setelah Kamboja.

Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin
hingga anak berusia 23 bulan.

Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya.

Balita/Baduta (Bayi dibawah usia dua tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak lebih rentan terhadappenyakit dan di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas.

Pada akhirnya secara luas stunting akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan.

Pengalaman dan bukti Internasional menunjukkan bahwa stunting dapatmenghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan produktivitas pasar kerja, sehingga mengakibatkan hilangnya 11% GDP (Gross Domestic Products) serta mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20%.

Selain itu, stunting juga dapat berkontribusi pada melebarnya kesenjangan/inequality, sehingga mengurangi 10% dari total
pendapatan seumur hidup dan juga menyebabkan kemiskinan antar-generasi.

Dalam pencegahan stunting perlu dititikberatkan pada penanganan penyebab masalah gizi yang langsung maupun tidak langsung.

Penyebab langsung mencakup masalah kurangnya asupan gizi dan penyakit infeksi.

Sementara, penyebab tidak langsung mencakup ketahanan pangan (akses pangan bergizi), lingkungan sosial (pemberian
makanan bayi dan anak, kebersihan, pendidikan, dan tempat kerja), lingkungan kesehatan (akses pelayanan preventif dan kuratif), dan lingkungan pemukiman (akses air bersih, air minum, dan sarana sanitasi).

Keempat faktor tidak langsung tersebut mempengaruhi asupan gizi dan status
kesehatan ibu dan anak.

Intervensi terhadap keempat faktor penyebab tidak langsung diharapkan dapat mencegah masalah gizi.

"Hadirin sekalian yang saya hormati,Dalam penanganan stunting, keluarga merupakan komponen utama yang sangat berperan dalam pencegahan maupun penanggulangan nya. Hal ini di sebabkan karena masalah gizi , sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga, yaitu praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan dan Masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga untuk mengkonsumsi makanan bergizi," ujar Tino Tandaju.

Ia berharap, peran keluarga dapat mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Maju.

"Dengan harapan bersama bahwa penanganan sumber daya manusia adalah tugas kita bersama dan saya mengajak seluruh masyarakat baik dariseluruh jajaran pemerintah, mitra kerja dan seluruh masyarakat untuk saling bahumembahu, hidup saling bergotong-royong dalam mengatasi permasalahan yang ada di depan kita," jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk percaya dan yakin, bahwa Indonesia bisa mengatasi permasalahan dalam penanganan stunting dan pencegahan pandemi Covid 19 secara bersama-sama.

Ir. D. Tino Tandaju. M.Erg juga mengucapkan terima kasih kepada para Keluarga di seluruh Indonesia.

"Terima kasih atas sinergitas yang luar biasa antara BKKBN, dengan Tim Penggerak PKK, Pemerintah Daerah Provinsi serta Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota maupun mitra-mitra BKKBN, para kader dan PKB/PLKB serta pengelola Program Bangga Kencana dalam rangka membangun bangsa mewujudkan Indonesia Sejahtera." 

“Selanjutnya kami mengucapkan Selamat hari Keluarga Nasional Ke-28 Tahun 2021 kepada seluruh keluarga Indonesia semoga keluarga Indonesia menjadi keluarga yang tangguh, sehat dan sejahtera,

Dalam apel tersebut juga dilaksanakan ;

1. Penyerahan Piagam Penghargaan PNS Teladan di Lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara a.n Alvira Dilapanga, SKM

2. Penyerahan Piagam Pemenang Lomba Vlog Edukasi Kependudukan dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke 28 tahun 2021
Juara 1 Lomba Vlog
a.n Stevanus Manual Petra Hormati.

3. Piagam Penghargaan untuk Kabupaten yang mencapai 100 % pada PK 21 tingkat Provinsi Sulawesi Utara. a.n Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon

4. Penyerahan SK Pindah Antar Instansi a.n I Nyoman Erawan, SSI M.Erg dan Vivie Juwita Lumantow.

Kecelakaan Maut, 3 Orang Tewas, Truk 20 Penumpang Terbalik, Ban Kiri Tiba-tiba Terlepas saat Melaju

Ternyata Begini Kondisi Terkini KKB Papua di Hutan, 2 Mantan Anggota Ungkap Kisah Menyedihkan

BREAKING NEWS - Diskotik Blue Sky Tumpaan Kabupaten Minsel Terbakar

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved