Breaking News:

Terkini Nasional

Ade Armando: Masa Jabatan Presiden hanya Dua Kali Harus Dipertahankan

Hasil survei juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarkat meminta jabatan presiden hanya dua periode.

Editor: Rhendi Umar
(Akhdi Martin Pratama)
Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Komunikasi Saiful Mujani Research and Consulting  (SMRC), Ade Armando menjelaskan tentang Hasil Survei yang dilakukan tentang sikap publik amandemen presidenalisme menyatakan bahwa masyarakat tak setuju jika Presiden dipilih oleh MPR.

Presentasenya terhadap sikap ketidaksetujuan tersebut sebesar 84,3 persen, sedangkan 8,4 persen warga yang setuju.

 "Saya rasa ini angka yang cukup kuat menunjukkan bahwa mayoritas mutlak masyarakat Indonesia ingin pemilihan tidak usah diubah," ujar Ade dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Senin (21/6/2021).

"Jangan dipilih MPR, presiden dipilih langsung oleh rakyat."

Ade Armando. 1
Ade Armando. 1 (via https://hukum.rmol.id/)

Selain itu, Hasil survei juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarkat meminta jabatan presiden hanya dua periode.

"Sebanyak 74 persen menyatakan masa jabatan presiden hanya dua kali harus dipertahankan," Kata Ade.

"Hanya 13 persen menyatakan harus diubah."

Akan tetapi, sementara itu sebanyak 52,9 persen responden menyatakan tidak setuju jika Presiden Joko Widodo kembali maju sebagai calon presiden 2024. Sementara itu, sebanyak 40,2 persen responden setuju.

"Mayoritas warga, yaitu sebanyak 52,9 persen tidak setuju Jokowi maju kembali. Tapi angkanya lebih rendah daripada yang mengatakan masa jabatan presiden dua kali saja," kata Ade.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Minggu (20/6/2021), diketahui suvei ini diselenggarakan pada 21 Mei 2021 sampai dengan 28 Mei 2021.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved