Breaking News:

Sejarah

22 Juni 1941, Jutaan Tentara Jerman Serbu Uni Soviet, Invasi Terbesar Dalam Sejarah Dunia

Operasi Barbarosa membuat pakta untuk tidak saling serang antara Uni Soviet dan Jerman otomatis tak berlaku lagi.

Editor: Rizali Posumah
Screenshot YouTube Sony Pictures Releasing UK.
Ilustrasi berlangsungnya operasi barbarosa tentara Jerman di Stalingrad, Uni Soviet. 

Uni Soviet juga menjadi lokasi terjadinya beberapa pertempuran terbesar dalam Perang Dunia II seperti pertempuran Kurks dan Stalingrad.

Hasil operasi Barbarossa tak lebih dari sebuah kehancuran bagi angkatan perang Jerman.

Pada 22 Juni 1941, saat operasi ini dimulai, AD Jerman atau Wehrmacht memiliki 209 divisi dengan 163 divisi tempur.

Pada 31 Maret 1942, atau kurang dari setahun setelah operasi Barbarossa digelar, Wehrmacht tinggal memiliki 58 divisi dengan kapabilitas tempur.

Operasi Barbarossa, meski diakhiri dengan kekalahan Jerman, mengakibatkan korban tewas yang sangat besar di kedua belah pihak.

Di pihak Jerman dan sekutunya lebih dari 1 juta tentaranya tewas. Sedangkan di pihak Uni Soviet korban tewas mencapai hampir hampir 3 juta orang.

Dari sisi kerugian peralatan, Jerman kehilangan 2.800 pesawat terbang dan 2.830 buah tank. Sedangkan Uni Soviet kehilangan 21.200 unit pesawat terbang dan 20.500 buah tank.

Akibat invasi Jerman ini, ekonomi Uni Soviet nyaris hancur dengan 1.710 kota dan 70.000 desa hancur dengan hampir 26 juta warga Uni Soviet tewas akibat pertempuran atau kelaparan.

SUMBRE: https://internasional.kompas.com/read/2017/06/22/19150051/hari.ini.dalam.sejarah.invasi.jerman.ke.uni.soviet?page=all

SUARA Teriakan Mahasiswi di Belakang Rumah Bikin Satu Lorong Geram, Fakta Tak Terduga Terungkap

Inilah 5 Zodiak Berhati Sensitif, Mereka Sering Ingin Dimengerti, Kamu Termasuk?

Bacaan Alkitab Selasa, 22 Juni 2021, Roma 2:3-4 : Menghakimi Diri Sendiri

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved