Breaking News:

Warga Sitim Temui Wakil Ketua DPRD Sitaro Adukan Soal Jalan Rusak  

Atas keluhan tersebut, BNJ langsung mendatangi lokasi jalan yang rusak dan terputus akibat tanah longsor

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
ist
Jalan rusak di Sitaro 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Permintaan untuk memperbaiki jalan antara Kampung Lia dan Kampung Deahe Kecamatan Siau Timur Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang mengalami kerusakan akibat bencana alam beberapa waktu lalu kembali muncul.

Kali ini, aspirasi masyarakat itu disampaikan melalui Wakil Ketua DPRD Sitaro Bob Nover Janis. Dikutip dari halaman politisi Partai Golkar itu, salah satu perwakilan masyarakat Kampung Deahe menyampaikan keluhan terkait jalan utama menuju beberapa kampung di bagian Utara Kecamatan Sitim yang belum bisa diakses kendaraan roda empat.

"Ada masyarakat sekaligus anggota LSM dari Kampung Deahe mengeluhkan jalan utama sebelum Kampung Deahe yang longsor sehingga tidak bisa diakses kendaraan roda empat. Hal ini meningkatkan biaya transportasi bagi masyarakat yang secara estafet bergantian kendaraan untuk ke Kota Ulu. Masyarakat sangat berharap agar segera diperbaiki akses jalan tersebut," tulis Janis pada halaman Facebooknya beberapa waktu lalu.

Atas keluhan tersebut, BNJ langsung mendatangi lokasi jalan yang rusak dan terputus akibat tanah longsor, tepatnya di antara Kampung Lia dan Kampung Deahe akhir pekan lalu.

"Jalan ini sangat penting bagi masyarakat untuk memperkecil biaya transportasi. Biasanya saat akses jalan belum putus dari Kampung Apelawo biaya transportasi hanya Rp 20.000 sampai ke Pasar Ulu. Sekarang saat jalan putus Rp 50.000 karena estafet berganti kendaraan," ujar BNJ pada halaman Facebooknya.

Terkait persoalan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro Herry Bogar pernah menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa opsi untuk perbaikan akses jalan menuju wilayah utara Siau Timur.

"Ada beberapa opsi. Pertama, kita memohon bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB dan opsi kedua, kita akan pakai anggaran lanjutan pembangunan jalan lingkar utara pulau Siau," ujar Bogar.

Menurutnya, pada tahun ini pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk program kegiatan penyelesaian pembangunan jalan lingkar Pulau Siau. Namun demikian, rencana tersebut belum bisa dilaksanakan karena akses menuju lokasi pembangunan tidak bisa dilewati karena imbas bencana alam beberapa waktu lalu.

"Ada pemikiran tapi nanti ini dikaji, dana yang sebelumnya itu (Rp 2 miliar) kita alihkan untuk penanggulangan jalan yang rusak akibat bencana. Tapi ini masih opsional ya," ujar Bogar. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved