Breaking News:

Objek Wisata

Menikmati Berendam di Indahnya Objek Pemandian Air Panas Leilem

Objek wisata alam yang masih 'perawan' ada di Desa Leilem, Kecamatan Sonder, Minahasa, Sulawesi Utara.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Objek wisata Pemandian Air Panas Desa Leilem, Minahasa masih alami. Keindahannya tak kalau dari objek wisata alam di daerah lain 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -  Sulawesi Utara kaya potensi alam panas bumi.

Selain dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, potensi panas bumi ini bisa menjadi objek wisata.

Seperti di Desa Leilem, Kecamatan  Sonder, Minahasa, Sulut. Desa ini punya potensi  panas bumi yang bisa dijadikan objek wisata alam.

Potensi alam itu Pemandian Air Panas Leilem. Objek wisata alam yang masih 'perawan' ini ada di Desa Leilem, Kecamatan Sonder, Minahasa, Sulut.

Tak sulit menjangkau Pemandian Air Panas Leilem ini. Lokasinya tepat di perbatasan Desa Lahendong dan Desa Leilem.

Posisinya di sisi kiri Jalan Raya Tomohon-Kawangkoan kalau anda berkendara dari Tomohon.

Butuh waktu sekitar 1,5 jam dari Manado atau sekitar 30 menit dari Tomohon. Kalau dari Kawangkoan dan Langowan, tentu, lebih singkat lagi.

Kita bisa menikmati air sungai yang hangat karena adanya sumber panas bumi di bawahnya.

Objek wisata Pemandian Air Panas Desa Leilem
Objek wisata Pemandian Air Panas Desa Leilem (fernando lumowa/tribun manado)

Pengunjung bisa berendam kaki di sungai yang airnya kehijau-hijauan. Warna air panas menghijau mungkin karena kandungan mineral belerang di dalamnya.

Pengunjung  bisa menikmati berendam kaki di sepanjang aliran sungai.

Apa yang istimewa di destinasi ini, di bagian paling atas ada kolam lumayan besar yang bisa untuk mandi-mandi.

Kolam seukuran seperempat lapangan  sepakbola itu dibuat oleh penduduk setempat. Aliran sungai dibendung sehingga membentuk kolam.

Sebuah air terjun mini menjadikan kolam air panas ini kian indah.

Untuk mencapai kolam ini butuh perjuangan ekstra. Pengunjung harus jalan kaki mendaki sekitar hampir dua kilometer.

Menyusuri sisi sungai berkelok menanjak. Untuk ke atas, sangat disarankan menggunakan sepatu agar kaki tak lecet atau terluka karena cadas atau bahkan terkilir.

Kita juga perlu hati-hati karena akan menemui sumur panas bumi lumayan besar di tengah perjalanan.

Sumur itu mengeluarkan lumpur mendidih. Kita wajib waspada dan hati-hati ketika melintas di dekat sumur ini.

Ada juga beberapa titik di rute yang dilewati mengeluarkan uap panas bumi.

Lelah mendaki akan terbayar ketika kita bisa mencapai kolam di bagian atas. Itu tempat paling akhir yang bisa dinikmati.

Jika sudah ke sini, anda wajib berendam air panas. Air hangat dan panorama sekitar sebuah anugerah yang indah.

Badan terasa lebih rileks dan segar. Jiwa pun tenang. Betapa menyenangkan.

Objek wisata Pemandian Air Panas Desa Leilem
Objek wisata Pemandian Air Panas Desa Leilem (fernando lumowa/tribun manado)

Sambil mandi-mandi, berendam air panas, jangan lupa mengabadikan momen dengan foto-foto.

Lanskap sungai air panas dengan bebatuan belerang putih kecoklatan di sisi kiri kanan sangat instagramable.

Semua sisi di sepanjang aliran sungai air panas agaknya pas dijadikan tempat untuk foto-foto.

Namun demikian, kolam dengan air terjun mini tentu jadi favoritnya. Ada juga bangunan yang terbuat dari kayu di dekat gerbang masuk objek wisata ini..

Bangunan itu katanya sudah lama dibangun.. Di dalamnya ada dua pancuran air panas.

Warga desa dan pengunjung biasa memanfaatkannya untuk mandi atau sekadar menghangatkan kaki dan tangan.

Keindahan Pemandian Air Panas Leilem memukau pengunjung dari luar Minahasa.

"Sangat indah. Tidak kalah dengan objek wisata di luar daerah. Cuma sayang belum dikelola maksimal," kata Gabriel Christanto, pengunjung asal Kakaskasen, Tomohon.

Minim fasilitas

Objek wisata Pemandian Air Panas Leilem ini memang masih alami. Belum dikelola maksimal oleh pemerintah desa.

Sekelompok pemuda Desa Leilem yang peduli berinisiatif menjaga objek wisata yang sering dijadikan tempat foto prewedding itu.

Mereka menjadi pusat informasi awal sekaligus mengelola perparkiran di objek tersebut.

Fasilitas yang tersedia cuma dua bilik kamar mandi sekaligus WC. Pengunjung biasanya ganti baju atau bilas di situ.

Selain minim fasilitas pendukung, tidak ada warung makan atau warung kebutuhan lainnya di tempat tersebut.

Bagi yang datang, sebaiknya bawa makanan atau cemilan dan minuman sendiri. Jaga-jaga jangan sampai perut minta diisi sehabis mandi-mandi.

Untuk masuk ke objek wisata ini tak perlu bayar. Belum ada tarif untuk orang dan kendaraan.

Sebuah kotak khusus disediakan di depan. Pengunjung dipersilahkan memberikan kontribusi sesuai kerelaan masing-masing.

Banyak pihak berharap objek wisata itu dikelola profesional. "Air panas ini sudah viral tapi sayang belum dimaksimalkan. Jika pemerintah mau peduli, ini akan memberi nilai tambah bagi desa dan masyarakat di sini," kata perwakilan Pemuda Desa Leilem, Ronny Sepang.(ndo)

Baca juga: HASIL Copa America 2021 Argentina vs Uruguay, Assist Lionel Messi Berbuah Gol

Baca juga: Promo Indomaret 19 Juni 2021, Diskon Minyak Goreng Murah, Harga Spesial Susu, Cek Katalog di Sini

Baca juga: Nagita Slavina Blakblakan Ungkap Saldo Rekening: Dulu Sampai Enggak Bisa Ditarik

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved