Breaking News:

Berita Sulut

Disdukcapil Sulawesi Utara Luncurkan Inovasi Pelayanan

Tiga inovasi tersebut yakni Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) dan Card Reader Data KTP

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Ryo Noor
Kantor Gubernur Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil KB) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan meluncurkan tiga inovasi dalam menunjang pelayanan pemerintahan.

Tiga inovasi tersebut yakni Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) dan Card Reader Data KTP.

Plt Kepala Dinas Dukcapil KB Provinsi Sulut, Voura Kumendong menjelaskan fungsi dan manfaat dari tiga inovasi tersebut.

Pertama, Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan yang manfaatnya untuk meng-update laporan kependudukan dari 15 kabupaten/kota.

Baca juga: 33.612 Anak di Kotamobagu Sudah Kantongi Akta Kelahiran 

"Ini berbasis digital. Jadi setiap ada perubahan data kependudukan baik meninggal, kawin, lahir dan lainnya, itu akan cepat diimput.

Kemudian data perubahannya langsung dipantau oleh kepala daerah di kabupaten/kota masing-masing dan Gubernur Sulut hanya lewat smartphone," ungkap Voura, Jumat (18/6/2021).

Ia menyebut, pemantauan oleh kepala daerah di kabupaten/kota hanya untuk wilayahnya masing-masing. 

Kedua, Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Menurutnya, inovasi ADM ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus kartu kependudukan baik KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan lainnya.

"Alat ini seperti mesin ATM. Jadi, jika ada warga yang ingin mengurus KTP dan Kartu Keluarga, hanya memasukan NIK dan mengisi lewat tombol syarat-syaratnya.

Kemudian nanti kartunya akan keluar. Ini tentu sangat memudahkan, karena warga tidak perlu mengurus di Kantor Dukcapil," paparnya.

Ketiga, Card Reader Data baca KTP yang fungsinya untuk mengetahui pasti identitas para tamu yang akan bertemu gubernur, wakil gubernur dan sekprov.

"Nanti para tamu harus menunjukkan KTP yang akan diletakkan di atas alat yang disediakan, maka identitas tamu tersebut akan muncul rinciannya di layar komputer yang dikontrol operator.

Kalau identitasnya KTP tidak jelas atau terbaca sistem, maka bersangkutan tidak akan diperkenkan bertemu gubernur. Ini menantisipasi pemalsuan kartu indentitas diri," kata dia. (ryo)

Baca juga: Pesan CEO Tribun Network Dahlan Dahi di Launching Tribun-Papua.com, Ingin Papua Semakin Dikenal

Baca juga: KPK Apresiasi Bupati Joune Ganda Benahi Minut, Joune Janjikan Hal Ini

YOUTUBE TRIBUN MANADO

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved