Breaking News:

Kasus Pembunuhan

Alur Waktu Pembunuhan Berencana Pemuda Penjual Naskun, Lala dan 8 Rekannya Bakar Jasad Korban

Berikut alur waktu (timeline) pembunuhan berencana terhadap Rian, pemuda penjual nasi kuning di Gowa.

Editor: Frandi Piring
Tribun Timur/Nurul Hidayah
Alur waktu pembunuhan berencana terhadap Rian, pemuda penjual nasi kuning di Gowa. 

Alur waktu <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pembunuhan' title='pembunuhan'>pembunuhan</a> berencana terhadap Rian, pemuda <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/penjual-nasi-kuning' title='penjual nasi kuning'>penjual nasi kuning</a> di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/gowa' title='Gowa'>Gowa</a>.

(Foto: TKP penemuan jasad Rian, pemuda penjual nasi kuning yang jadi korban pembunuhan berencana di Gowa. (Tribun Timur/Nurul Hidayah)

Kamis, 10 Juni 2021

* Sekitar pukul 06:00 wita, Rian meninggal dunia di rumah Lala. Diduga akibat tindak kekerasan.

* Para pelaku kemudian merencanakan membawa jenazah korban Rian ke Sulawesi Tengah untuk dibuang demi menghilangkan jejak. Namun, karena kekurangan biaya, mereka memutuskan membuang jenazah korban di wilayah sekitar Kecamatan Camba, Maros.

Jumat, 11 Juni 2021

* Dini hari, jenazah Rian dibawa ke Maros menggunakan mobil rental oleh MA, DAS, H, FS, dan D.

* Dalam perjalanan, pelaku mampir membeli dua botol air mineral di sebuah minimarket di Moncongloe, Maros. Air di dalam botol itu dibuang dan diisi ulang bensin.

* Saat tiba Tompo Ladang, Kecamatan Mallawa, Maros, para pelaku pun menurunkan mayat Rian di pinggir jalan. Mereka lalu menyirami bensin dan membakarnya sekitar pukul 02:00 wita hingga 03:00 wita.

* Antara pukul 04:30 wita dan 05:20 wita, seorang tukang kawal truk bernama Dudi (23), menemukan mayat dalam kondisi terbakar di kawasan Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Maros.

* Dudi kemudian melapor ke Polsek Mallawa.

* Jasad dievakuasi ke RSUD Salewangan Maros dan RS Bhayangkara Makassar untuk diotopsi.

* Ditemukan barang bukti berupa botol bensin dan masker diduga milik pelaku

Minggu, 13 Juni 2021

* Inafis Polda Sulsel merilis sketsa wajah korban untuk memudahkan identifikasi.

* Beberapa warga mulai berdatangan ke Polres Maros untuk melapor kehilangan keluarganya.

Senin, 14 Juni 2021

* Seorang wanita paruh baya juga melaporkan kehilangan keluarga.

* Satreskrim Polres Maros melansir hasil otopsi dan menunjukkan adanya pelebaran ukuran dari anus korban. Ciri tersebut merujuk kepada penyakit fistel yang diduga kuat menjangkiti korban. Penyakit fistel biasanya diderita oleh orang-orang yang memiliki kelainan orientasi seks karena mereka melakukan hubungan seks melalui anus.

Selasa, 15 Juni 2021

* Berdasarkan hasil otopsi dan laporan keluarga korban, identitas mayat terbakar akhirnya terungkap. Korban adalah Rian (20), warga Jl Palantikang, Lingkungan Tamalate, Kelurahan Kaligowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

* Polisi umumkan 2 tersangka pembakaran mayat ditangkap tim Unit Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel.

* Pelayat berdatangan ke rumah duka di Jl Palantikang.

* Jenazah Rian dimakamkan di kampung Sero, Kecamatan Tombolo Pao, Gowa.

* Polda Sulsel ambil alih penyelidikan kasus ini dari Polres Maros.

Kamis, 17 Juni 2021

* Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam merilis hasil penyelidikan kasus pembunuhan Rian. Pelaku pembunuhan berjumlah sembilan orang, yakni D alias Dion, MA (19), DAS (19), FS (16), AP(19), TH (22), AI (17), MAN (16), dan H alias Lala (23). Delapan orang telah ditangkap. Hanya tersangka Dion yang masih kabur.

Berita Terkait Kasus Pembunuhan

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Timeline Pembunuhan Rian Pemuda Gowa, Berawal dari Chat FB Messenger dan Berakhir Pembakaran Mayat,

https://makassar.tribunnews.com/2021/06/17/timeline-pembunuhan-rian-pemuda-gowa-berawal-dari-chat-fb-messenger-dan-berakhir-pembakaran-mayat?page=all.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved