Berita Manado

Pedagang Pasar Restorasi Kayu Bulan Malalayang Harapkan Pemerintah Adakan Transportasi

Lanjutnya, tahun lalu pada bulan Oktober sampai November pedagang mulai kembali lagi di pasar Bahu mungkin karena jarang yang berbelanja

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Fistel Mukuan
Pasar Restorasi Kayu Bulan Malalayang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pasar Restorasi Kayu Bulan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, terlihat sepi, Kamis (17/6/2021).

Tampak depan gedung yang dicat putih ini sedikit orang.

Banyak kios di samping kiri, kanan, muka belakang gedung sama sekali kosong.

Begitu juga lapak di dalam gedung hanya lima pedagang yang berjualan.

Baca juga: Euro 2020 Denmark vs Belgia, Laga Berlatar Tragedi

Namun, terlihat tidak ada pembeli ketika ditemui siang hari.

Hanya ada pedagang dan karyawan dari PD Pasar.

Seperti diketahui pasar Restorasi ini diresmikan pada tanggal 14 Agustus 2019 oleh Wali kota saat itu GS Vicky Lumentut.

Padahal di lokasi tersebut ada kantor pasar yang besar dua lantai.

Di sana juga ada insenerator atau mesin pembakar sampah.

Lahan parkirnya juga besar.

Baca juga: Pakar Hukum Kritik Vonis Sunat pada Jaksa Pinangki: Hakim Tak Logis Pandang Korupsi Bak Maling Ayam

Tapi sayang pasar ini tidak berfungsi dengan baik.

Salah satu pedagang yang ditemui bernama Jurita Takalamingan mengatakan mereka sebenarnya adalah pedagang di pasar Bahu.

"Sebelumnya yang dipindahkan di sini kami pedagang dari pasar Bahu, dan pindah di sini sejak diresmikan. Saat baru diresmikan di sini ramai banyak lapak dan kios yangbterisi, tapi sekarang tidak lagi," katanya.

Lanjutnya, tahun lalu pada bulan Oktober sampai November pedagang mulai kembali lagi di pasar Bahu mungkin karena jarang yang berbelanja di sini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved