Breaking News:

Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 Denmark vs Belgia, Laga Berlatar Tragedi

Pangeran yang tak dikenal ini kemudian menantang Putri Turandot untuk menebak namanya sebelum fajar menyingsing.

handover
dr Willy Kumurur 

Oleh: Willy Kumurur
Penikmat bola, bermukim di Kota Bogor. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

BAGIAN AKHIR OPERA TURANDOT karya Giacomo Puccini menyajikan drama yang tragis nan indah.

Calaf, seorang pangeran tak dikenal, tertarik kepada Putri Turandot yang cantik namun dingin.

Lelaki manapun yang ingin menyunting Turandot harus bisa menebak tiga teka-tekinya terlebih dahulu; jika gagal, dia akan dipenggal.

Dari semua calon pelamar Putri Turandot, hanya Calaf yang menjawab dengan tepat tiga teka-teki yang diajukan.

Meski berhasil memecahkan misteri teka-teki, Calaf diam-diam ragu untuk menikahi Turandot, karena Sang Putri terkenal kejam dan berdarah dingin.

Pangeran yang tak dikenal ini kemudian menantang Putri Turandot untuk menebak namanya sebelum fajar menyingsing.

Di depan Sang Putri, Pangeran berlutut sambil berkata, "Il mio nome non sai! (kau tak tahu namaku!). Jika bisa mengetahui namaku, aku akan menikahimu.”

Sang Putri memerintahkan bala tentaranya untuk mengumumkan, “Jangan ada yang tidur malam ini. Seluruh rakyat harus mencari tahu nama il principe ignoto (pangeran tak dikenal). Jika gagal, semuanya akan dibunuh.”

Babak terakhir opera adalah ketika malam tiba. Di taman istana yang diterangi cahaya rembulan, Calaf sendirian.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved