Breaking News:

Pengguna Knalpot Bising di Amurang Berkurang Usai Polisi Razia Tiap Hari

Sebelumnya, kata salah satu pejuang pemekaran Kabupaten Minsel ini, Amurang bising dengan motor yang gunakan knalpot racing.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Charles Komaling
Ilustrasi
Selang Seminggu Jajaran Polda Sulut Musnahkan Puluhan Knalpot Bising 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penggunaan knalpot bising di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mulai berkurang.

Terbukti, suara bising dari kendaraan yang menggunakan knalpot racing semakin jarang terdengar.

Pengakuan ini disampaikan Dicky Umpel, tokoh masyarakat yang juga sebagai pengurus gereja, kepada Tribun Manado.

"Puji Tuhan, penggunaan knalpot racing di Amurang berangsur berkurang. Sudah jarang kami mendengar raungan sepeda motor atau mobil yang melewati tempat ibadah dan pemukiman," ungkap Dicky, Rabu (16/6/2021).

Sebelumnya, kata salah satu pejuang pemekaran Kabupaten Minsel ini, Amurang bising dengan knalpot racing.

"Rasa-rasanya kami sudah tidak bisa tidur karena keributan yang dihasilkan suara knalpot bising. Ibadah pun sering terganggu karena itu," terangnya.

Kapolres Minahasa Selatan, AKBP Norman Sitindaon menjelaskan, operasi knalpot bising sudah dilaksanakan sekira 2 pekan.

"Atas keluhan warga, kami melakukan razia knalpot racing. Belasan sepeda motor dan mobil yang menggunakan knalpot racing berhasil terjaring," ungkap Norman.

Harapan dia, dengan dilaksanakannya operasi itu, penggunaan knalpot racing di Kabupaten Minsel bisa berkurang.

"Supaya keamanan dan ketertiban masyarakat bisa terjamin, pengguna kendaraan bermotor harus sadar dan tidak lagi menggunakan knalpot bising pada kendaraannya," imbuh Norman.

Tidak hanya razia knalpot racing, Polres Minsel juga menggelar razia premanisme, protokol kesehatan, dan beberapa jenis pelanggaran lalulintas lainnya.

Razia ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Hasilnya, Polres Minsel berhasil mengamankan peredaran ilegal minuman keras jenis captikus. Jumlahnya mencapai ratusan liter.

Pusat-pusat keramaian, seperti kafe dan tempat nongkrong anak muda, juga kena razia.

Warga yang berkerumun dibubarkan, sedangkan yang tidak memakai masker diberi pembinaan dan disuruh pakai masker. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved