Breaking News:

Warga Desa Tule Temukan Penyu Raksasa Bertelur di Pinggir Pantai

Anggota kami yang berdomisili di Desa Tule melaporkan penyu itu kembali ke laut sekitar pukul 02.00 Wita

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Charles Komaling
Istimewa
Penyu Belimbing bertelur di Desa Tule, Kecamatan Melonguane Timur 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mendapatkan laporan anggota Lanal Melonguane terkait adanya seekor penyu belimbing betina sepanjang kurang lebih 2 meter yang ditemukan bertelur oleh masyarakat desa Tule kecamatan Melonguane Timur di pantai Sipat sekitar pukul 22.00 Wita, Sabtu (13/6/2021)

Danlanal Melonguane Letkol Mar Adi Sucipto, S.T, M.Tr.Hanla memerintahkan Dan Tim SFQR Letda Laut (S) Achmad Ronny bersama tim untuk mengamankan telur reptil laut yang dilindungi itu. Lokasi sekitar telur kemudian dipasangi police line sebagai penanda.

" Penyu betina tersebut ditemukan seorang perempuan warga setempat bernama Yakoba Laluas bersama anaknya. Awalnya Yakoba sedang mencari jaringan internet di kompleks talud pelabuhan dampelan Tule. Saat hendak pulang melewati Pantai Sipat. Dirinya kaget melihat ada yang bergerak. Setelah mendekat, ternyata itu seekor penyu berukuran raksasa, " ucap Danlanal mengutip kesaksian Yakoba, Minggu (13/6/2021).

Lanjut katanya, Yakoba kemudian tak melanjutkan perjalanan pulang tetapi balik ke lokasi dampelan dan menyampaikan penemuannya kepada masyarakat. Mendapatkan info tersebut sontak masyarakat berbondong bondong menuju lokasi hewan langka tersebut.

"Anggota kami yang berdomisili di Desa Tule melaporkan penyu itu kembali ke laut sekitar pukul 02.00 Wita , Minggu 13 Juni 2021 dini hari tadi. Lokasi 108 butir telur penyu yang masih utuh kemudian kami pasangi police line sebagai penanda bahwa tempat itu dilindungi," tambah Pamen dari Korps Marinir ini

Komandan Pangkalan TNI AL di beranda utara NKRI ini menegaskan Perlindungan penyu belimbing di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya dimana TNI AL diamanatkan menjadi penegak hukum terkait.

Pada Undang-undang ini, terutama pada pasal 21 ayat 2 dan pasal 40 ayat 2. Pada pasal 21 (2) dijelaskan bahwa setiap orang dilarang untuk (a) menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (b) menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati; (c) mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di luar atau di dalam Indonesia; (d) memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; serta (e) mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dilindungi.

Sedangkan pada padal 40 (2) dijelaskan bahwa barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

"Saya mengapresiasi masyarakat desa Tule yang telah memiliki kesadaran dalam upaya penyelamatan dan perlindungan penyu belimbing. Mari kita bersama - sama menjaga keberlangsungan sumber daya hayati dan ekosistemnya. Dengan terjaganya ekosistem, dalam hal ini pantai dan laut, maka penyu penyu akan tetap bebas berkembang biak di tempat yang sama sehingga lokasi itu juga bisa menjadi salah satu destinasi wisata bahari penangkaran penyu, " ajak Pria yang dikenal akrab dengan para Kuli Tinta.

Ia menegaskan akan menempatkan anggota untuk memantau, mengawasi dan menjaga lokasi telur penyu sampai anaknya menetas dan kembali ke habitatnya di laut.

Terpantau, masyarakat setempat bahu membahu membantu Tim SFQR Lanal Melonguane. Telur yang ditemukan ditimbun kembali di lokasi yang sama dan dipasangi police line. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved