Breaking News:

Sejumlah Sekolah di Kepulauan Sitaro Kekurangan Guru

Ada guru TK yang lowong karena sekolah Taman Kanak-Kanak diliburkan akibat pandemi Covid-19 membantu di mengajar di sekolah dasar

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
Istimewa
Aktivitas Belajar Mengajar di Sitaro 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kekurangan tenaga guru masih dialami sejumlah sekolah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Seperti yang terjadi di SD GMIST Kinali Kecamatan Siau Barat Utara (Sibarut) yang hanya memiliki dua orang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk Kepala Sekolah (Kepsek) serta satu orang guru kontrak program Sitaro mengajar.

Padahal, sekolah yang berada di kaki Gunung Karangetang itu memiliki 30 orang siswa. Kondisi ini pun berdampak terhadap jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang kurang optimal.

Hal itu kian diperparah dengan ketidak hadiran salah satu guru PNS sejak awal Mei 2021 lalu. Kepsek SD GMIST Kinali, Sandra Piter mengatakan, dengan keterbatasan tersebut, pihaknya mengambil inisiatif dengan memberdayakan dua orang guru TK Kinali.

"Karena keberadaan ini, maka saya berinisiatif ada guru TK yang lowong karena sekolah Taman Kanak-Kanak diliburkan akibat pandemi Covid-19 membantu di SD," kata Piter.

Ia pun berharap, kondisi yang ada di SD GMIST Kinali serta sekolah-sekolah lainnya di Sitaro yang masih kekurangan tenaga pengajar ini bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

"Kami sangat mengarapkan kepada Dinas Pendidikan khususnya yang terhormat ibu bupati, agar boleh melihat keberadaan sekolah ini," harapnya.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sitaro Budiarto Mukau menjelaskan sejauh ini jumlah guru di Sitaro berdasarkan data dari pemerintah pusat telah menenuhi jumlah sekolah yang ada.

"Dari pusat kita dihitung untuk guru itu sebenarnya sudah cukup, karena yang dihitung di daerah kita ini hanya sekolah negeri," terang Mukau.

Hanya saja, dalam penempatan tugas guru, pemerintah daerah harus membagi tenaga pengajar dengan sekolah-sekolah swasta atau milik yayasan yang notabene dari sisi jumlahnya lebih banyak dibandingkan sekolah negeri.

"Dari 103 SD, 62 berstatus sekolah swasta. Sisanya sekolah negeri sebanyak 41. Sebenarnya untuk sekolah swasta itu harus menjadi tanggungjawab swasta atau yayasan yang menaungi sekolah tersebut," lanjut Mukau.

Meski begitu, pemerintah daerah tak ingin tutup mata dengan keberadaan sekolah-sekolah swasta yang minim tenaga pengajar. Karenanya, penempatan guru tetap dilakukan untuk menopang aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut.

Dia menambahkan, dalam hal kekurangan tenaga guru, Dinas Pendidikan sedang melakukan pendataan sekolah dan guru guna menyelesaikan persoalan dimaksud.

"Kita sekarang sementara pemerataan guru. Dan mungkin pada tahun ajaran baru nanti sudah bisa terealisasi karena saat ini kita sedang melakukan pendataan yang nantinya akan diusulkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sitaro," kunci Mukau. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved