Lanal Melonguane

Lindungi Ekosistem Laut, Lanal Melonguane Amankan Telur Penyu Belimbing

Lanal Melonguane mengamankan telur reptil Penyu Belimbing yang dilindungi di Desa Tule, Kecamatan Melonguane Timur, tepatnya di Pantai Sipat

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Penyu Belimbing bertelur di Desa Tule, Kecamatan Melonguane Timur 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Lanal Melonguane mengamankan telur reptil Penyu Belimbing yang dilindungi di Desa Tule, Kecamatan Melonguane Timur, tepatnya di Pantai Sipat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (13/6/2021).

Sebelumnya anggota Lanal Melonguane mendapat laporan warga terkait seekor penyu belimbing betina sepanjang kurang lebih 2 meter yang ditemukan bertelur di lokasi tersebut.

Danlanal Melonguane Letkol Mar Adi Sucipto, S.T, M.Tr.Hanla memerintahkan Dan Tim SFQR Letda Laut (S) Achmad Ronny bersama tim untuk mengamankan telur reptil laut yang dilindungi itu.

Lokasi sekitar telur kemudian dipasangi police line sebagai penanda. 

Baca juga: Ini Penjelasan Pengelola KEK Bitung Terkait Lahan di Kawasan KEK

"Penyu betina tersebut ditemukan seorang perempuan warga setempat bernama Yakoba Laluas bersama anaknya. Awalnya Yakoba sedang mencari jaringan internet di kompleks talud pelabuhan dampelan Tule. Saat hendak pulang melewati pantai sipat. Dirinya kaget melihat ada yang bergerak. Setelah mendekat, ternyata itu seekor penyu berukuran raksasa, " ucap Danlanal mengutip kesaksian Yakoba, Minggu (13/6/2021). 

Lanjut katanya, Yakoba kemudian tak melanjutkan perjalanan pulang tetapi balik ke lokasi dampelan dan menyampaikan penemuannya kepada masyarakat.

Mendapatkan info tersebut sontak masyarakat berbondong bondong menuju lokasi hewan langka tersebut.

"Anggota kami yang berdomisili di desa Tule melaporkan penyu itu kembali ke laut sekitar pukul 02.00 Wita, Minggu 13 Juni 2021 dini hari tadi. Lokasi 108 butir telur penyu yang masih utuh kemudian kami pasangi police line sebagai penanda bahwa tempat itu dilindungi, " tambah Pamen dari Korps Marinir ini 

Komandan Pangkalan TNI AL di beranda utara NKRI ini menegaskan Perlindungan penyu belimbing di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya dimana TNI AL diamanatkan menjadi penegak hukum terkait. 

Lokasi Penyu Belimbing Bertelur
Lokasi Penyu Belimbing Bertelur (Istimewa)

Pada Undang-undang ini, terutama pada pasal 21 ayat 2 dan pasal 40 ayat 2.

Pada pasal 21 (2) dijelaskan bahwa setiap orang dilarang untuk (a) menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (b) menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati; (c) mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di luar atau di dalam Indonesia; (d) memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; serta (e) mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dilindungi, sedangkan pada padal 40 (2) dijelaskan bahwa barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 ini, penyu belimbing telah secara hukum terlindungi. Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa juga menjelaskan bahwa seluruh penyu termasuk penyu belimbing telah masuk ke dalam jenis biota yang dilindungi, sedangkan menurut CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna), semua penyu termasuk penyu belimbing telah masuk ke dalam appendix 1.

Hal ini berarti biota ini dilarang untuk diperdagangkan secara internasional, sedangkan menurut IUCN yang merupakan salah satu badan konservasi dunia, penyu belimbing telah masuk ke dalam golongan Critically Endangered (CR) atau sangat terancam punah.    

"Saya mengapresiasi masyarakat desa Tule yang telah memiliki kesadaran dalam upaya penyelamatan dan perlindungan penyu belimbing. Mari kita bersama - sama menjaga keberlangsungan sumber daya hayati dan ekosistemnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved