Breaking News:

Pajak

Daftar Sembako yang Kena Tarif Pajak Pertambahan Nilai

Pemerintah akan memasang tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang kebutuhan pokok atau sembako

Editor: David_Kusuma
KONTAN/Baihaki
ILUSTRASI PAJAK 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah akan memasang tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang kebutuhan pokok atau sembako.

Hal ini berdasarkan rancangan revisi kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Aturan mengenai PPN tersebut akan menggantikan sejumlah kebijakan dalam UU Nomor 8 Tahun 1983 terkait perpajakan.

Melansir dari Kompas.com, dalam Pasal 4A UU Nomor 8 Tahun 1983 UU Cipta Kerja barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak masih masuk dalam daftar barang yang dikecualikan dari penarikan tarif PPN.

Dalam draf revisi kelima RUU KUP, aturan diganti dengan menghapus barang kebutuhan pokok atau sembako dari daftar barang yang dikecualikan dari PPN.

Baca juga: Antisipasi Melonjaknya Covid-19 Setelah Lebaran, Kepala BNPB Instruksikan 6 Langkah Ini

Beberapa masyarakat setuju dengan kebijakan terkait PPN tersebut, namun tidak sedikit juga yang merasa keberatan.

Banyak pelaku usaha mengaku marah dengan adanya kebijakan tersebut yang bisa merugikan usaha mereka.

Bagi ibu rumah tangga dan perempuan kepala keluarga atau rumah tangga, penting bagi kita untuk mengetahui barang-barang kebutuhan pokok apa saja yang akan dikenakan tarif PPN.

Mengetahui daftar barang tersebut akan mempermudah kita dalam mengatur keuangan untuk beberapa waktu ke depan.

Berikut daftar barang kebutuhan pokok atau sembako yang dikenakan tarif PPN yang perlu kamu ketahui:

- Beras, gabah, jagung, sagu, dan kedelai
- Garam yang beryodium atau yang tidak beryodium
- Daging, termasuk daging segar yang tidak diolah, tetapi telah melalui proses disembelih, dikuliti, dipotong, didinginkan, dibekukan, dikemas atau daging segar yang tidak dikemas, digarami, dikapur, diasamkan, diawetkan dengan cara lain.
- Telur, yaitu telur yang tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan, diasinkan, atau dikemas
- Susu, yaitu susu perah baik yang telah melalui proses didinginkan maupun dipanaskan, tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya, dan dikemas atau tidak dikemas
- Buah-buahan, yaitu buah-buahan segar yang dipetik, baik yang telah melalui proses dicuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, dan dikemas atau tidak dikemas
- Sayur-sayuran, yaitu sayuran segar yang dipetik, dicuci, ditiriskan, dan atau disimpan pada suhu rendah, termasuk sayuran segar yang dicacah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved