Breaking News:

Pilpres 2024

Terkait Peluang Parpol Kecil di Pilpres 2024, Pengamat Politik: Harus Membangun Koalisi

Partai Politik (Parpol) kini mulai memikirkan peluang mereka menghadapi Pilpres 2024

Penulis: Majer Lumantow | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Pengamat Politik Universitas Sam Ratulangi Dr Alfons Kimbal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Partai Politik (Parpol) kini mulai memikirkan peluang mereka menghadapi Pilpres 2024

Mengamati hal ini, Pengamat Politik Sulut Alfons Kimbal mengatakan peran parpol tersebut harus dilihat secara realistis, bahwa Pilpres ini adalah yang menunjuk peran penting semua partai politik, terlepas apakah mereka masuk dalam parlemen threshold atau tidak. 

Kata Kimbal, posisi partai yang tidak memiliki suara di DPR atau parlemen itu mereka pasti akan berkoalisi dengan partai yang memiliki modal kuat sesuai presentase parlemen threshold.

"Pertama tentu kita harus melihat faktor figur, paling akan hanya ada 2 atau 3 pasangan calon presiden untuk bertarung, maka mau tidak mau partai-partai kecil harus berkoalisi," jelas Kimbal kepada Tribun Manado.

Baca juga: Pembelajaran di Bolsel Masih Luring, Bolmong Berpotensi Tatap Muka 

Begitu pun dalam konteks partai partai yang memiliki kursi atau masuk dalam parlemen threshold, contohnya PDIP yang bisa mencalonkan calon presiden atau partai lain.

Di sini, partai partai kecil atau yang tidak duduk dalam parlemen harus berkoalisi dengan partai besar untuk memunculkan figur, contohnya Gerindra dan PDIP.

"Jadi bukan berarti partai partai kecil ini tidak dapat diperhitungkan, dan tidak punya peran penting, mereka justru memiliki peran yang sangat penting dalam Pilpres nanti," ujar Kimbal.

Sebab, kata Kimbal, persoalannya Pilpres itu harus ada modalitas politik, modalitas ekonomi dan sosial.

"Nah modalitas politik ini adalah kekuatan dari mesin partai untuk mendukung salah satu calon presiden, meskipun partai kecil, contohnya partai PSI, tetapi mereka juga memiliki kader di Kabupaten-Kota," terang Kimbal. 

Terlepas dari hal itu, Kimbal menyimpulkan bahwa pada intinya politik itu adalah kepentingan. 

"Jadi bagaimana memadukan kepentingan itu menjadi suatu kekuatan untuk mendapatkan kemenangan demi tujuan bersama," pungkas Kimbal. (Mjr)

Baca juga: BP2MI Manado Siap Kawal Program SSW ke Jepang yang Sedang Dilaksanakan Pemda Talaud

Baca juga: Lolos Berkas Administrasi, 11 Pejabat Calon Sekkot Tomohon Bakal Ikuti Assesment Kompetensi

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

 

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved