Breaking News:

Berita Kesehatan

Mengintip Tradisi Tanaman Obat Desa Pinilih Minut, Sakit Parah? Tinggal Petik di Pekarangan

Desa Pinilih berkali - kali tampil sebagai jawara dalam lomba desa pekarangan obat tingkat nasional.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Apotik di pekarangan desa Pinilih 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Flu. Tak perlu parno itu Covid 19. Tak perlu beli obat di warung. Atau ke Puskesmas.

Cukup ambil bunga Sukur di pekarangan rumah. Diciumkan ke hidung. Dijamin sembuh. Tanpa efek samping.

Itulah tradisi pengobatan dengan memanfaatkan tanaman obat di pekarangan rumah di Desa Pinilih, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), provinsi Sulut.

Tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang dipelihara hingga saat ini. Ini merupakan berkah bagi warga.

Selain bisa menyembuhkan penyakit dengan mudah dan gratis, harkat desa tersebut terangkat.

Desa Pinilih berkali - kali tampil sebagai jawara dalam lomba desa pekarangan obat tingkat nasional.

Vecky Mamahit seorang warga setempat mengaku sembuh dari penyakit ginjalnya berkat tanaman obat di pekarangan rumahnya.

"Sudah dibawa ke rumah sakit tidak sembuh. Malah kian parah. Tubuh saya bengkak bengkak dan membiru. Kemudian datang seorang ahli meracik obat dari tanaman dan saya diminumkan. Ajaib. Saya sembuh," kata dia kepada Tribun Manado Jumat (11/6/2021) pagi di salah satu cafe di Minut.

Di masa Covid ini, katanya, warga melindungi diri dengan tanaman obat seperti ginseng, jahe dan rempah rempah.

Daya tahan tubuh warga meningkat. Belum ditemui kasus Covid 19 di desa tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved