Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 dan Gelanggang Para Dewa

Tarian para dewa akan menyihir dunia, membuat yang biasa cepat lelap mengubah siklus tidur begadang untuk menjadi saksi seni sepakbola yang pernah ada

handover
Willy Kumurur 

Oleh: Willy Kumurur
Penikmat bola. Tinggal di Bogor, Jabar. Alumni FK Unsrat Manado

DISRUPSI COVID-19 mengharuskan Euro 2020 ditunda. Para penggemar dan penikmat bola pun berada dalam penantian panjang.

Akhirnya, penantian panjang pun segera berakhir. Bagaikan penantian Juliet yang merindukan Romeo nya sebagaimana yang dikisahkan dalam film Romeo & Juliet.

Terkurung di balik tembok istana yang tinggi dan dengan penjagaan yang super ketat Juliet menanti dengan penuh harap kedatangan Romeo.

Dia terperangah di kolam renang istana ketika Romeo muncul berenang di sisinya.

"Bagaimana caranya engkau menembus pertahanan ketat ini dan datang menjumpaiku?“ tanya Juliet dengan hati berbunga-bunga.

Romeo menjawab singkat, "Aku datang dengan sayap-sayap cinta.“

Seperti itulah kedatangan para 'dewa' bola Eropa -ibarat dongeng- yang turun ke bumi benua biru Eropa untuk mementaskan seni yang berkualitas dalam mengolah bola di atas panggung berwarna hijau.

Mereka datang dengan 'sayap-sayap cinta' atas nama kecintaan terhadap bola, karena telah mereka wakafkan hidup dan karier mereka untuk sepakbola.

Dini hari nanti, tarian para dewa akan menyihir dunia, membuat yang biasa cepat lelap mengubah siklus tidur begadang untuk menjadi saksi seni sepakbola yang pernah ada di jagad ini.

Misteri
"Life is a mystery to be lived, not a problem to be solved.” (Hidup adalah misteri untuk dihidupi bukanlah masalah untuk dipecahkan), kata Soren Kierkegaard.

Lain halnya dengan Luca Antonini yang bertutur dalam lirik lagunya play like children falling down into yellow fields try to stop the flow of time life's a mistery (bermainlah seperti kanak-kanak, jatuh di lapangan kuning cobalah hentikan aliran waktu karena hidup adalah misteri).

Lapangan hijau adalah misteri. Karena siapakah yang bisa memastikan bahwa kemenangan itu akan pasti diraih?

Di atas kertas Denmark akan kalah karena keputusan untuk mengikuti sertakan mereka di Piala Eropa 1992 dibuat menjelang dimulainya kompetisi itu, menggantikan Yugoslavia yang sedang dilanda kemelut internal.

Siapa yang dapat menyangka bahwa mereka akan tampil sebagai juara?

Siapa yang bisa menduga bahwa Italia yang di atas segalanya unggul: pengalaman, kemampuan teknis individu, postur tubuh dan barisan pemain top akan kalah dari Korea Selatan di Piala Dunia 2002?

Tak ada yang menduga bahwa Yunani bisa bertengger di puncak EURO 2004.

Seperti hidup ini, bola menyimpan misterinya sendiri, menyimpan nasib dan takdir para pelakunya.

Medan Tempur

Penulis masyhur Karl May menuturkan dengan sederhana, lugas dan lancar bagaimana kekuatan hanya dua orang seperti Old Shatterhand dan Winnetou (Ketua Suku Apache) dengan taktik dan strateginya mengepung dan mengurung ratusan prajurit Comanche dengan menggunakan sumber daya yang ada seperti lereng gunung dan hutan belantara.

Hampir di setiap judul serial petualangan Karl May menuturkan strategi demi strategi dalam kisah Pemburu Binatang Berbulu Tebal di Rio Pecos, Rocky Mountain, Winnetou Gugur, dll.

Lapangan hijau di stadion-stadion bola tempat laga EURO 2020 merupakan “medan pertempuran” strategi dari para manajer dan pelatih tenar sepakbola.

Di sana ada Roberto Mancini, Joachim Loew, Frank de Boer, Didier Deschamps, Gareth Southgate dan sederet nama tenar lainnya.

Namun nanti setelah pertempuran berakhir kita dapat mengatakan strategi siapakah yang lebih handal.

Tim bertabur bintang dan klub kaya belum tentu bisa memenangkan pertarungan dan mencapai goal.

Yunani misalnya, tim itu biasa-biasa saja, tak ada pemain top dunia di sana pada tahun 2004 di pentas EURO 2004.

Namun di tangan Otto Rehaggel, manajer dan pelatih, tidak hanya Piala Eropa yang diraih, dia pun mempermalukan tim Jerman terutama Franz Beckenbauer yang memecatnya semasa Rehaggel melatih Bayern Muenchen di masa lalu.

Sumber daya yang ada di tangannya, dikelola dengan amat profesional dan cinta menghasilkan tim yang sanggup mengalahkan tim-tim terbaik Eropa termasuk tuan rumah Portugal pada waktu itu.

Nuansa-nuansa

Selama sebulan penuh dunia akan disuguhi tontonan sepakbola dengan kualitas yang tak ada taranya.

Dini hari nanti, laga Euro 2020 akan diawali dengan pertempuran Turki lawan Italia.

Namun, tak hanya permainan bola yang akan disaksikan dunia, EURO 2020 akan mempresentasikan eksistensi manusia, karena di lapangan hijau itulah “dewa-dewa” itu ternyata adalah manusia biasa.

Ada tawa, canda ria, senyum, linangan air mata, amarah, kekecewaan, kepedihan dan pelbagai macam perasaan manusia.

Nuansa-nuansa itulah yang akan disaksikan oleh para penggemar bola.****

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved