Breaking News:

Tajuk Tamu

Bidik Pengangguran Terdidik

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”. Ungkapan itu sering kita dengar bersama sejak dari kita masih kecil.

Editor: Handhika Dawangi
Kolase Tribun Manado/istimewa
Anton Tri Wijayanto, SST MSi, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Utara. 

Oleh : Anton Tri Wijayanto, SST MSi
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Utara

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”.

Ungkapan itu sering kita dengar bersama sejak dari kita masih kecil.

Bahkan jargon seperti ini sengaja ditanamkan supaya mengakar sejak dini untuk menciptakan semangat belajar dan menuntut ilmu bagi setiap anak.

Tentunya hal ini diiringi oleh harapan besar para orang tua bahwa tingginya pendidikan seseorang akan berkorelasi secara linier dan positif dengan kemudahan mencari kerja yang pada akhirnya akan bermuara pada tingkat kesejahteraan dan kemudahan hidup seseorang.

Demikian konstruksi pemahaman linier yang diyakini secara luas di negeri ini.

Pendidikan diyakini membawa pengaruh langsung terhadap pekerjaan dan tentunya peningkatan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.

Namun, masih berlakukah pemahaman linier ini dimasa sekarang? Apa kata data tentang korelasi antara kedua variabel ini?

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan adanya tren kenaikan persentase pengangguran di kalangan kaum terdidik (lulusan SMU dan Perguruan Tinggi) dalam rentang waktu 5 tahun terakhir.

Tercatat jumlah pengangguran di Sulawesi Utara pada tahun 2016 adalah sebanyak 99.240 jiwa , dimana 71,26 persen diantaranya adalah kategori pengangguran terdidik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved