Breaking News:

Bowonseet Minta Penegak Hukum dan Instansi Terkait Tinjau Proyek IPAL

Diketahui proyek bangunan ini memakan anggaran sebesar Rp 647.678.412 . Untuk tahun anggaran 2019.

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Charles Komaling
Bowonseet Minta Penegak Hukum dan Instansi Terkait Tinjau Proyek IPAL
iv
Haryono Bowonseet

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hampir Dua Tahun Lamanya Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kombinasi MCK yang dibangun di Desa Salibabu, Kecamatan Salibabu, Kabupaten Talaud terbengkalai dan tak bisa digunakan padahal sudah selesai dikerjakan.

Bangunan yang kokoh ini berdiri dengan tegak namun sampai saat ini tidak digunakan oleh masyarakat setempat.

Diketahui proyek bangunan ini memakan anggaran sebesar Rp 647.678.412 . Untuk tahun anggaran 2019.

Pengerjaanya disinyalir tak diawasi tenaga ahli yang pagam teknis dan konstruksi bangunan. Jadi proyeknya terkesan asal jadi.

Proyek IPAL yang dikombinasikan dengan MCK, rencana akan diperuntukkan untuk masyarakat Desa Salibabu namun sampai saat ini masyarakat tidak menggunakan nya dikarenakan kondisinya tak layak kata Hal ini diungkap seorang warga Salibabu yang enggan namanya dipublikasikan

Haryono Bowonseet, Ketua LSM LAKP2N Talaud saat ditemui Tribun Manado Kamis (10/6/2021) mengatakan rata-rata yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat kurang maksimal hasilnya. “Karena tidak maksimal, proyek tak bisa difungsikan,” ucapnya.

Ia mendesak Institusi penegak hukum dan Instansi terkait agar segera meninjau pelaksanaan pembangunan proyek tersebut.

“Sebagai Ketua LSM LAKP2N saya siap mendampingi kasus dugaan proyek asal jadi ini sampai tuntas secara hukum. Insitusi penegak hukum kiranya cepat merespons masalah ini agar masyarakat tidak dirugikan,” katanya.

“Sekali lagi institusi penegak hukum harus turun memantau proyek ini,” ujar Bowonseet. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved